Metode penelitian atau metode ilmiah adalah prosedur atau langkah dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah atau ilmu. Metode penelitian adalah cara menyusun ilmu pengetahuan, sedangkan teknik penelitian adalah cara untuk melaksanakan metode penelitian. Metode penelitian biasanya mengacu keapda bentuk penelitian. Penelitian adalah
penyelidikan yang terorganisasi, dapat diartikan pula sebagai pencarian
pengetahuan dan pemberi artian secara terus-menerus terhadap sesuatu.
Metodologi penelitian dapat didefinisikan sebagai tata cara yang lebih
terperinci mengenai tahap-tahap melakukan sebuah penelitian.
Bentuk penelitian umumnya dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu penelitian berdasarkan sifat permasalahannya dan menurut tujuannya. Berikut ini adalah penjelasan bentuk penelitian berdasarkan sifat permasalahannya dan menurut tujuannya.
Bentuk penelitian berdasarkan sifat permasalahannya terbagi menjadi delapan bagian, yaitu penelitian historis, penelitian deskriptif, penelitian perkembangan (development research), penelitian kasus dan penelitian lapangan (case study and field research), penelitian eksperimen, penelitian korelasional, penelitian kausal komperatif, dan penelitan tindakan (action research). Penelitian historis, adalah penelitian yang bertujuan untuk membuat rekontruksi masa lampau secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, dan mensintesiskan fakta yang digunakan untuk memperoleh kesimpulan yang akurat. Contoh, penelitian tentang Praktek Bawon di Pulau Jawa. Penelitian deskriptif, adalah penelitian yang bertujuan membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat dari suatu populasi tertentu. Penelitian ini biasanya menggunakan teknik sampling dalam mengambil datanya. Contoh, Penelitian Tentang Daya Serap Siswa SMA dalam Pelajaran X. Penelitian perkembangan (development research), adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki pola urutan pertumbuhan atau perubahan sebagai fungsi waktu. Contoh, Penelitian Longitudinal yang Mengukur Sifat Perubahan X. Penelitian kasus dan penelitian lapangan (case study and field research), adalah penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang suatu unit sosial. Penelitian ini cirinya bersifat mendalam tentang suatu unit sosial tertentu yang hasilnya merupakan gambaran yang lengkap dan terorganisisr. Contoh, Penelitian tentang Pola Konsumsi Masyarakat Kota dan Pola Kehidupannya. Penelitian eksperimen, adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan sebab dan akibat dengan cara mengenakan kepada suatu atau lebih kondisi perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan suatu atau lebih kelompok kontrol. Contoh, Penelitian tentang gejala alam. Penelitian korelasional, adalah bentuk penelitian yang bertujuan untuk meneliti sejauh mana variasi pada suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasarkan koefisien korelasi. Contoh, Penelitian tentang Pola Belajar dengan Prestasi Belajar. Penelitian kausal komperatif, adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan sebab akibat terjadinya suatu fenomena. Contoh, Penelitian tentang Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas dan Efesiensi Perusahaan. Penelitan tindakan (action research), adalah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru atau cara pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan cara penerapan langsung didunia kerja atau dunia aktual. Contoh, Penelitian tentang Tindakan Kelas oleh Guru-Guru di SMU.
Bentuk penelitian berdasarkan tujuannya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu penelitian penjajagan (eksploratif), penelitian penjelasan (eksplanatory), dan penelitian deskriptif (Dvelopmental). Penelitian penjajagan (eksploratif), yaitu penelitian yang masih terbuka dan masih mencari unsur, ciri, sifat (UCS). Penelitian ini biasanya belum memiliki hipotesis atau kerangka pemikiran. Penelitian ini biasanya menggunakan pendekatan masalah dalam bentuk pertanyaan, bukan dengan kerangka pemikiran. Penelitian penjelasan (eksplanatory), yaitu penelitian yang menyoroti hubungan antar variabel dengan menggunakan kerang pemikiran terlebih dahulu, kemudian dirumuskan dalam bentuk hipotesis. Penelitian deskriptif (Dvelopmental), yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui sarana fisik tertentu atau frekuensi terjadinya sesuatu aspek fenomena sosial tertentu, dan untuk mendeskripsikan fenomena tertentu secara terperinci. Penelitian ini biasanya tanpa menggunakan hipotesis yang dirumuskan secara ketat.
Mengacu kepada bentuk penelitian, tujuan, dan pendekatannya, ada empat macam metodologi penelitian, yaitu metode eksperimen, metode verifikasi, metode deskriptif, metode historis. Metode eksperimen, adalah penelitian untuk menguji apakah variabel-variabel efektif atau tidak dengan menggunakan variabel kontrol. metode ini biasanya dilakukan dalam bidang eksak untuk menguji hipotesis yang dirumuskan secara ketat. metode verifikasi, yaitu metode yang digunakan untuk menguji seberapa jauh tujuan yang telah ditentukan itu tercapai atau sesuai dengan harapan atau teori yang sudah baku. Tujuan dari metode ini adalah untuk teori yang sudah ada guna menyusun teori baru atau pengetahuan baru. Metode deskriptif, yaitu metode yang digunakan untuk mencari unsur, ciri, dan sifat suatu fenomena. metode ini dimulai dengan mengumpulkan data, menganalisis data, dan meninterprestasikannya. Metode historis, yaitu suatu metode penelitian yang meneliti sesuatu di masa lampau. Penelitian historis bertujuan untuk menemukan generalisasi dan membuat rekontruksi masa lampau dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, serta mensintesiskan bukti atau fakta guna memperoleh kesimpulan yang kuat.
Metodolegi penelitian memiliki beberapa langkah atau tahapan yang harus diikuti. Langkah yang harus diikuti dalam melakukan suatu penelitian atau proses kegiatan ilmiah, yaitu mengidetifikasi, memilih, dan merumuskan masalah, menyusun kerangka pemikiran, merumuskan hipotesis, menguji hipotesis secara empirik, melakukan pembahasan, menarik kesimpulan. Berikut ini adalah diagram langkah-langkah penelitian berserta penjelasannya.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi, memilih dan merumuskan masalah. Mengidentifikasikan masalah, adalah mencari masalah yang paling relevan dan menarik untuk diteliti. masalah dapat dicari melalui "pancaindera", yaitu pengamatan, pendengaran, penglihatan, perasaan, dan penciuman. Permasalahan ada kalau ada kesenjangan (gap) antara das sollen dan das seien, yaitu ada perbedaan antara apa yang seharusnya dengan apa yang ada dalam kenyataan, dengan apa yang diperlukan dengan apa yang tersedia, antara harapan dan kenyataan. Masalah dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti bacaan, seminar, pengamatan, dan lain sebagainya. Memilih masalah/ pembatasan, pemilihan masalah diperlukan karena masalah biasanya dijumpai lebih dari satu, dan tidak semua dapat/ layak diteliti. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih masalah yaitu layak tidak nya suatu masalah untuk diteliti tergantung ada atau tidaknya teori yang relevan dengan itu. Merumuskan masalah, masalah yang telah diidentifikasi dan dipilih/ dibatasi selanjutnya dirumuskan dalam bentuk perumusan masalah. masalah hendaknya dirumuskan dalam kalimat tanya (?) yang padat dan jelas dan harus memberikan petunjuk tentang kemungkinan pengumpulan data guna menjawab pertanyaan dalam rumusan tersebut.
Langkah kedua yang harus dilakukan adalah menyusun kerangka pemikiran. Kerangka pemikiran adalah kontruksi berfikir yang bersifat logis dengan argumentasi yang konsisten dengan pengetahuan sebelumnya yang telah disusun.
Langkah ketiga yang harus dilakukan adalah merumuskan hipotesis. Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang jawabannya harus diuji. Hipotesis dirangkum atau diturunkan dari kerangka pemikiran/ kesimpulan teoritis. Hipotesis terbagi menjadi dua, yaitu Hipotesis deskriptif dan hipotesis verivikatif. Hipotesis verivikatif hendaknya menyatakan hubungan dua variabel atau lebih. Hipotesis dinyatakan dalam kalimat deklaratif/ pernyataan yang jelas, padat, dan spesifik. Hipotesis harus teruji atau dapat diuji.
Langkah keempat yang harus dilakukan adalah menguji hipotesis secara empirik. Pengujian dapat dilakukan dengan menggunakan alat statistik intervrensial dan statistik deskriptif, untuk mebuktikan apakah teori-teori tersebut teruji secara menyakinkan (signifikan) untuk data kuantitatif. Menguji tanpa statistis untuk mencari pemaknaan (penelitian kualitatif). Langkah kelima adalah melakukan pembahasan apa yang telah diteliti. Langkah keenam adalah penarikan kesimpulan berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan dengan hipotesis yang telah dibuat.
REFERENSI:
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/132995-T%2027821-Pembangunan%20jalan-Metodologi.pdf (diakses pada hari minggu tanggal 25 September 2016 pukul 13.22 WIB)
http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI._MANAJEMEN_FPEB/196006021986011-SURYANA/FILE__7.pdf (diakses pada hari minggu tanggal 25 September 2016 pukul 13.27 WIB)
