Minggu, 27 September 2015

TUGAS ISD : TULISAN ILMIAH : INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

Individu, Keluarga, dan Masyarakat


A.     Pendahuluan
Individu, keluarga dan masyarakat merupakan tiga hal yang tidak dapat dipisahkan, artinya individu, keluarga maupun masyarakat memiliki kaitan satu sama lainnya. Individu merupakan satuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perorangan yang meempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Manusia merupakan makhluk sosial artinya manusia tidak dapat hidup hanya mengandalkan dirinya sendiri. Kumpulan beberapa individu disebut keluarga. Keluarga terbentuk dari individu-individu yang memiliki kehendak dan keinginan untuk hidup bersama. Keluarga pada umunya didefenisikan sebagai mereka yang tinggal bersama dalam satu atap dan memiliki hubungan darah serta hidup saling bergantung sama lain. Kumpulan beberapa dari individu dan keluarga pada daerah tertentu akan membentuk suatu komonitas atau kelompok yang lebih luas yang kemudian disebut masyarakat. Jadi, individu, keluarga dan masyarakat memiliki makna yang saling berkaitan satu sama lain.

B.     Landasan Teori
Landasan teori ini dibuat berdasarkan sumber-sumber referensi yang didapat penulis dari beberapa sumber terkait di internet. Landasan teori ini dibuat untuk memperkuat pembahasan contoh kasus yang dihadapi oleh Negara Indonesia.
1.    Pengertian
a.    Individu
Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat.  Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil (https://id.wikipedia.org). Berikut ini adalah pengertian individu menurut beberapa ahli.
-      Viniagustia, individu merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.
-          Eko Sujatmiko, individu adalah orang seorang; pribadi orang (terpisah dari orang lain). Organisme yang hidupnya berdiri sendiri, secara fisiologis bersifat bebas (tidak mempunyai hubungan organik dengan sesamanya).
b.    Keluarga
Keluarga (bahasa Sanskerta: "kulawarga"; "ras" dan "warga" yang berarti "anggota") adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut (https://id.wikipedia.org). Berikut ini adalah pengertian keluarga menurut para ahli.
-            Departemen Kesehatan RI, keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
-            Bailon dan Maglaya, keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunya peran masing-masing dan mencipakan serta mempertahankan suatu budaya.
-            Narwoko dan Suryanto, keluarga adalah lembaga sosial dasar dimana semua lembaga atau pranata sosial lainnya berkembang. 
c.    Masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka),  dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut (https://id.wikipedia.org). Berikut ini adalah beberapa pengertian Masrakat menurut beberapa ahli.
-      Emile Durkheim, masyarakat adalah suatu kenyataan objektif dari individu-individu yang merupakan anggotanya.
-  Karl Marx, masyarakat adalah suatu sturktur yang mengalami ketegangan organisasi maupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah secara ekonomi.
-        Selo Soemardjan, masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2.    Pertumbuhan Individu
Manusia sebagai makhluk hidup pasti mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke ukuran semula). Manusia disebut individu apabila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan mengikuti pola tingkah laku umum. Manusia akan mengalami rertumbuhan individu, artinya manusia akan mengalami pembentukan karakter atau kepribadian yang menjadikannya berbeda dari orang disekitarnya. Pertumbuhan individu dapat dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya:
a.       Faktor biologis
b.      Faktor geografis
c.       Faktor kebudayaan khusus
3.    Bentuk dan fungsi keluarga
Keluarga sebagai kelompok sosial terkecil dalam masyarakat memiliki beberapa bentuk dan fungsi. Keluarga dapat dibedakan menjadi dua, yakni keluarga batih atau keluarga inti (conjugal family) dan keluarga kerabat (consanguine family). Conjugal Family atau keluarga batih didasarkan atas ikatan perkawinan dan terdiri dari seorang suami, istri, dan anak-anak mereka yang belum kawin. Keluarga hubungan kerabat sedarah atau consanguine family tidak didasarkan pada pertalian kehidupan suami istri, melainkan pada pertalian darah atau ikatan keturunan dari sejumlah orang kerabat. Keluarga juga memiliki beberapa fungsi yang harus dipenuhi, diantaranya:
a.       Fungsi biologi
-       Meneruskan keturunan
-       Memelihara dan membesarkan anak
-       Memberikan makanan bagi keluarga dan memenuhi kebutuhan gizi
-       Merawat dan melindungi kesehatan para anggotanya
-       Memberi kesempatan untuk berkreasi
b.      Fungsi psikologis
-       Identitas keluarga serta rasa aman dan kasih sayang
-       Pendewasaan kepribadian bagi anggotanya
-       Perlindungan secara psikologis
-       Mengadakan hubungan keluarga dengan keluarga lain atau masyarakat
c.       Fungsi sosial budaya atau sosiologi
-       Meneruskan nilai-nilai budaya
-       Sosiaslisai
-  Pembentukan norma-norma, tingkah laku pada tiap tahap perkembangan anak serta kehidupan keluarga
-       Penanaman keterampilan, tingkah laku dan pengetahuan dalam hubungan
4.    Golongan masyarakat
Pitirim A. Sorokin menggunakan istilah pelapisan sosial yaitu pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat/hierarkhis. Perwujudannya dikenal dengan adanya kelas sosial tinggi (upper class) contohnya: pejabat, penguasa, dan pengusaha; kelas sosial menengah (midle class) contohnya: dosen, pegawai negeri, pengusaha kecil dan menengah; kelas sosial rendah (lower class) contohnya: buruh, petani, dan pedagang kecil. Golongan masyarakat terbagi 3, yaitu golongan masyarakat tradisional, golongan masyarakat modern, dan golongan masyarakat transisi.
a.    Masyarakat tradisional
Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat istiadat lama. Golongan masyarakat tradisional di dalam melangsungkan kehidupannya berdasarkan pada cara-cara atau kebiasaan-kebiasaan lama yang masih diwarisi dari nenek moyangnya. Kehidupan mereka belum terlalu dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang berasal dari luar lingkungan sosialnya. Masyarakat ini dapat juga disebut masyarakat pedesaan atau masyarakat desa. Masyarakat desa adalah sekelompok orang yang hidup bersama, bekerja sama, dan berhubungan erat secara tahan lama, dengan sifat-sifat yang hampir seragam.
b.    Masyarakat modern
Masyarakat modern adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa kini. Perubahan-Perubahan itu terjadi sebagai akibat masuknya pengaruh kebudayaan dari luar yang membawa kemajuan terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seimbang dengan kemajuan di bidang lainnya seperti ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya. Bagi negara-negara sedang berkembang seperti halnya Indonesia. Pada umumnya masyarakat modern ini disebut juga masyarakat perkotaan atau masyarakat kota
c.    Masyarakat Transisi
Masyarakat transisi ialah masyarakat yang mengalami perubahan dari suattu masyarakat ke masyarakat yang lainnya. Misalnya masyarakat pedesaan yang mengalami transisi ke arah kebiasaan kota, yaitu pergeseran tenaga kerja dari pertanian, dan mulai masuk ke sektor industri. Ciri-ciri masyarakat transisi adalah : adanya pergeseran dalam bidangpekerjaan, adanya pergeseran pada tingkat pendidikan, mengalami perubahan ke arah kemajuan, masyarakat sudah mulai terbuka dengan perubahan dan kemajuan zaman, tingkat mobilitas masyarakat tinggi dan biasanya terjadi pada masyarakat yang sudah memiliki akses ke kota misalnya jalan raya.
5.      Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat untuk pergi dari desa ke kota. Pengaruh tersebut bisa dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya. Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik (https://id.wikipedia.org).
a.       Faktor penarik
-       Kehidupan kota yang lebih modern
-       Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
-       Banyak lapangan pekerjaan di kota
-       Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
b.      Faktor pendorong
-       Lahan pertanian semakin sempit
-       Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
-       Menganngur karena tidak banya lapangan kerja di desa
-       Terbatasnya sarana dan prasana di desa
-       Diusir dari desa asal
-       Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
c.       Keuntungan urbanisasi
-       Memoderenisasikan warga desa
-       Menambah pengetahuan warga desa
-       Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
-       Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
d.      Akibat urbanisasi
-       Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota
-       Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
-       Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
-       Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal
C.     Analisis
Indonesia memiliki populasi lebih dari 237 juta jiwa pada tahun 2010, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia. Artinya, Indonesia memiliki 237 juta lebih individu. Jumlah penduduk yang begitu besar dan terus bertambah setiap tahun tidak diimbangi dengan pemerataan penyebaran penduduk. Selama ini sebagian besar penduduk masih terpusat di Pulau Jawa.
1.    Bentuk keluarga di Indonesia
Keluarga Indonesia memiliki ciri-ciri, diantaranya didominasi suami sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah, biasanya berbentuk monogram, dan memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat.
2.    Golongan masyarakat Indonesia
Bangsa indonesia dibagi dalam dua golongan berdasarkan pekerjaan (profesi) dan penghasilannya, yaitu golongan masyarakat yang ditanggung pemerintah dan golongan masyarakat yang tidak ditanggung pemerintah.
a.    Golongan yang ditanggung pemerintah
Golongan ini dijamin pekerjaan dan penghasilannya, sebagai bukti jaminan penghasilan pada golongan ini adalah, mereka memerima gaji pada setiap akhir atau awal bulan. Pada tingkatan tertentu, dimana seseorang pada golongan ini telah menduduki jabatan, selain jaminan penghasilan, juga mendapat tambahan fasilitas lainnya, misalnya: perumahan, kendaraan (mobil), fasilitas kesehatan, biaya perjalanan, dll. Apabila dalam ketentuan batas usia maupun masa kerja telah tercapai dan sudah tidak lagi dipekerjakan atau diperbantukan, maka akan "Dipensiun" dengan dijamin hak penghasilan pensiun yang biasanya diterima pada setiap awal bulan. Contoh golongan ini misalnya PNS, TNI, POLRI, Jaksa, Hakim, Menteri, dll.
b.    Golongan yang tidak ditanggung pemerintah
Golongan ini mulai dari mencari pekerjaan, meciptakan pekerjaan, mengerjakan pekerjaan, mengelola pekerjaan, dll dilakukan sendiri secara mandiri, dan penghasilannya tergatung dari hasil jerih payahnya sendiri, tidak ada campur tangan pemerintah disini. Golongan ini tidak akan menuntut pengasilannya ditanggung dan dijamin pemerintah, akan tetapi dimohon pemerintah cukup mengerti dan bisa membantu memfasilitasi terselenggaranya pekerjaan golongan masyarakat swasta. contoh golongan ini misalnya masyarakat swasta, seperti petani, pedagang, jasa, buruh, dan pengusaha-pengusaha lainnya.
3.    Fenomena urbanisasi di Indonesia
Fenomena urbanisasi di Indonesia dapat dijelaskan melalui tabel tentang jumlah pendatang di kawasan perkotaan pada masing-masing kabupaten/kota di bawah ini. Jumlah pendatang di kawasan perkotaan pada suatu daerah dihitung berdasarkan jumlah penduduk perkotaan di suatu daerah yang tempat lahirnya bukan di daerah tersebut (http://www.bps.go.id/ ).
Besarnya pendatang di sekitar Kota Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan dikarenakan kota-kota tersebut pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonominya sangat pesat. Selain itu, keempat kota tersebut juga merupakan empat kota terbesar di Indonesia. Besarnya pendatang di sekitar Kota Yogyakarta, Solo, dan Denpasar dikarenakan ketiga kota tersebut berfungsi sebagai kota pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata dalam skala internasional. Adapun faktor utama terjadinya fenomena urbanisasi yang dialami oleh kota-kota besar di Indonesia antara lain:
a.       Faktor pendorong terjadinya urbanisasi
-          Semakin terbatasnya lapangan kerja di perdesaan
-          Kemiskinan di desa akibat bertambah banyaknya jumlah penduduk
-          Transportasi desa-kota yang semikin lancer
-          Tingginya upah buruh di kota dibandingkan di desa
-          Bertambahnya kemampuan membaca dan menulis atau tingkat pendidikan di masyarakat desa
-      Tata cara dan adat istiadat yang kadang-kadang dianggap sebagai “beban” oleh masyarakat desa.
b.      Faktor penarik terjadinya urbanisasi
-          Kesempatan kerja yang lebih luas dan bervariasi di kota
-          Tingkat upah yang lebih tinggi
-          Lebih banyak kesempatan untuk maju (diferensiasi pekerjaan dan pendidikan dalam segala bidang)
-          Tersedianya barang-barang kebutuhan yang lebih lengkap
-          Terdapatnya macam-macam kesempatan untuk rekreasi dan pemanfaatan waktu luang (plesure time), seperti bioskop, taman-aman, hiburan dan sebagainya
-          Bagi orang-orang atau kelompok tertentu memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat di desa.
c.       Dampak fenomena urbanisasi
-          Penganguran yang tidak terkendali
-          Bertambahnya pemukiman kumuh di pinggiran kota
-          Degradasi moral dan kejahatan yang semakin meningkat
-     Kemacetan lalu lintas

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Individu ((dibuka pada hari minggu tanggal 27 September 2015 jam 16.43 WIB)

http://didefinisipengertian.blogspot.co.id/2015/06/definisi-pengertian-individu-menurut-ahli.html (dibuka pada hari minggu tanggal 27 September 2015 jam 17.11 WIB)

https://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga (dibuka pada minggu tanggal 27 September 2015 jam 17.20 WIB)

http://www.definisi-pengertian.com/2015/04/pengertian-keluarga-definisi-menurut-para-ahli.html  (dibuka pada minggu tanggal 27 September 2015 jam 17.32 WIB)

https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat (dibuka pada hari minggu tanggal 27 September 2015 jam 18.00 WIB)

http://www.artikelsiana.com/2015/06/para-ahli-pengertian-masyarakat-definisi.html#_ (dibuka pada minggu tanggal 27 September 2015 jam 18.10 WIB)

http://xfqjcbx.tumblr.com/post/2498437029/pertumbuhan-individu (dibuka pada minggu tanggal 27  September 2015 jam 18.16 WIB)

http://www.kajianpustaka.com/2012/11/definisi-fungsi-dan-bentuk-keluarga.html (dibuka pada minggu tanggal 27 September 2015 jam 18.23 WIB)


https://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi (dibuka pada minggu tanggal 27 September 2015 jam 18.50 WIB)




http://wahyusriyantopendidikanekonomi.blogspot.co.id/ (dibuka pada minggu tanggal 27  September 2015 jam 20.00 WIB)