Jumat, 29 Desember 2017

ETIKA PROFESI: MATERI 10

STUDI KASUS NUMERIK BERKENAAN DENGAN ETIKA PROFESI


Mengidentifikasi permasalahan pada teknis yang berkaitan dengan dilema etika profesi diharapkan mampu mengetahui letak permasalahan yang ada. Identifikasi yang dilakukan tidak hanya mengetahui letak permasalahan tetapi juga diharapkan mampu mengetahui bagaimana cara memecahkan sebuah masalah yang berkenaan dengan etika profesi.
Adapun contoh studi kasus yang berkaitan dengan dilema etika profesi pada bidang design dan proses produksi adalah sevagai berikut. Salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia yaitu Perusahaan Honda Prospect Motor (HPM) dalam waktu dekat akan mengumumkan sebuah  program penggantian komponen Lost Motion Spring yang berada pada lengan penggerak (rocker arm) mesin VTEC untuk sebagian produknya yaitu Honda Jazz, City dan Freed yang diproduksi dengan waktu tertentu. Adapun Total unit yang ada pada program ini sebanyak 25.000 unit. Komponen Lost Motion Spring berfungsi dengan cara menekan rocker arm pada putaran mesin rendah dengan kurun waktu tertentu dapat melengkung dan patah yang juga menimbulkan bunyi mesin yang tidak normal. Tecatat sebanyak 15 kasus telah dilaporkan yang berhubungan dengan kerusakan komponen tersebut di Indonesia. Semua kasus tersebut terjadi dalam kondisi mobil sedang berhenti (stasioner), sesaat sesudah mesin dihidupkan. Berdasarkan kasus-kasus tersebut, biasanya bunyi abnormal yang berlebihan akan muncul dan dapat terdengar. Belum terdapat laporan mengenai kecelakaan atau cedera yang pernah terjadi akbuat kerusakan komponen ini. HPM melakukan inisiatif untuk mengganti komponen Lost Motion Spring pada semua mobil konsumen yang terdeteksi tanpa mengenakan biaya perbaikan, dan akan segera memberikan pemberitahuan secara langsung kepada para pemilik mobil yang terideteksi tersebut melalui surat yang dikirimkan oleh Dealer masing-masing daerah. Konsumen yang kendaraanya terdeteksi disarankan untuk melakukan booking di bengkel resmi Honda untuk penggantian komponen segera. Proses penggantian komponen ini dapat memakan waktu sekitar 3 jam. Aktivitas penggantian komponen ini telah berjalan dari tanggal 28 Februari 2011 di seluruh Jawa, serta dari tanggal 2 Maret 2011 untuk wilayah luar Jawa. Program ini akan terus berlangsung selama 6 bulan. HPM menjalankan program ini sebagai bagian dari program global yang tealah dijalankan oleh Honda Motor untuk memastikan standar yang paling ketat untuk seluruh produk yang dihasilkan. “Merupakan tanggung jawab kami untuk memastikan bahwa seluruh produk kami berada dalam standar tertingginya dalam hal keamanan dan kualitas, bahkan ketika produk tersebut telah berada di tangan konsumen selama bertahun-tahun. Karena itu, program ini merupakan bagian dari evaluasi berkesinambungan yang kami lakukan terhadap seluruh produk demi mencapai kepuasan pelanggan,” ungkap Yukihiro Aoshima, President Director PT HPM.
            Adapun contoh studi kasus yang berkaitan dengan dilema etika profesi pada bidang material adalah sebagai berikut. Studi kasus komponen air pendingin pada HX atau bidang thermal, generator yaitu salah satu komponen yang harus selalu diperhatikan dalam suatu sistem pembangkit yang mwmiliki fungsi sebagai alat untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Ketika generator beroperasi, panas akan timbul energy panas pada stator dan rotor. Pemasangan sistem pendingin merupakan salah satu upaya untuk meminimasir panas yang timbul sehingga tidak melebihi batas ketentuan berdasarkan data desain atau data commissioning-nya. Adapun Pendinginan generator di PLTA Cirata dilakukan dengan menggunakan alat bantu penukar kalor yang disebut air cooler.  Air coller berfungsi menghembuskan udara panas disekitar kumparan generator melewati pipa pendinginin yang telah terdapat fluida. Air tersebut harus terhindar dari berbagai material/senyawa yang dapat mengakibatkan timbulnya endapan-endapan pada pipa pendingin yang engakibatkan rotr rusak. Apabila pada pipa-pipa tersebut terdapat endapan, penyerapan panas oleh air akan berkurang. Hal ini menjadi penyebab kemampuan atau efektifitas alat pendingin mengalami penurunan.
            Reaktor Tangki Alir Berpengaduk atau yang biasa dikenal sebagai Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR) merupakan jenis reactor dengan model berupa tangki berpengaduk. Reaktor jenis ini merupakan reaktor yang umum digunakan dalam suatu industry. Reaktor ini sering digunakan dalam jumlah lebih dari satu dengan rangkaian reactor disusun secara seri maupun paralel. Pemilihan susunan rangkaian reactor dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan, tergantung keperluan dan maksud dari operasinya. Masing-masing rangkaian memiliki kelebihan dan kekurangan.

Sumber:

Soal + Jawaban
1.        terdapat 3 pokok bidang bahasan dalam studi kasus berkaitan denagan etika profesi yaitu
a.       bidang produksi, bidang fluida, dan bidang material
b.      bidang manufaktur, bidang thermal, dan bidang material
c.       bidang produksi, bidang thermal, dan bidang jasa
d.      bidang produksi, bidang thermal, dan bidang material
2.        studi kasus air pendingin merupakan studi kasus pada bidang?
a.      Produksi
b.      Thermal
c.       Material
d.      Semua salah
3.        Studi kasus lost motion spring merupakan studi kasus pada bidang?
a.         Produksi
b.        Thermal
c.         Material
d.        Semua salah
4.        Studi kasus CSTR merupakan studi kasus pada bidang?
a.       Produksi
b.      Thermal
c.       Material
d.      Semua salah
5.        Berikut yang bukan bidang yang di amati dalam studi kasus numerik etika profesi adalah
a.       Produksi
b.      Thermal
c.       Material

d.      Semua salah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar