Individu, Keluarga, dan Masyarakat
A. Pendahuluan
Individu,
keluarga dan masyarakat merupakan tiga hal yang tidak dapat dipisahkan, artinya
individu, keluarga maupun masyarakat memiliki kaitan satu sama lainnya. Individu
merupakan satuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perorangan yang meempunyai
kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Manusia merupakan makhluk
sosial artinya manusia tidak dapat hidup hanya mengandalkan dirinya sendiri.
Kumpulan beberapa individu disebut keluarga. Keluarga terbentuk dari
individu-individu yang memiliki kehendak dan keinginan untuk hidup bersama.
Keluarga pada umunya didefenisikan sebagai mereka yang tinggal bersama dalam
satu atap dan memiliki hubungan darah serta hidup saling bergantung sama lain.
Kumpulan beberapa dari individu dan keluarga pada daerah tertentu akan
membentuk suatu komonitas atau kelompok yang lebih luas yang kemudian disebut
masyarakat. Jadi, individu, keluarga dan masyarakat memiliki makna yang saling
berkaitan satu sama lain.
B. Landasan
Teori
Landasan teori
ini dibuat berdasarkan sumber-sumber referensi yang didapat penulis dari
beberapa sumber terkait di internet. Landasan teori ini dibuat untuk memperkuat
pembahasan contoh kasus yang dihadapi oleh Negara Indonesia.
1. Pengertian
a. Individu
Individu merupakan unit terkecil
pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga
bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah
lagi menjadi bagian yang lebih kecil (https://id.wikipedia.org).
Berikut ini adalah pengertian individu menurut beberapa ahli.
- Viniagustia,
individu merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu
kesatuan yang paling kecil dan terbatas.
-
Eko
Sujatmiko, individu adalah orang seorang; pribadi
orang (terpisah dari orang lain). Organisme yang hidupnya berdiri sendiri,
secara fisiologis bersifat bebas (tidak mempunyai hubungan organik dengan
sesamanya).
b. Keluarga
Keluarga (bahasa Sanskerta: "kulawarga";
"ras" dan "warga" yang berarti "anggota") adalah lingkungan yang terdapat
beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai
kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu,
memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di
antara individu tersebut (https://id.wikipedia.org). Berikut ini adalah pengertian keluarga
menurut para ahli.
-
Departemen Kesehatan RI, keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri
dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu
tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
-
Bailon dan Maglaya,
keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga
karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling
berinteraksi satu dengan yang lain, mempunya peran masing-masing dan mencipakan
serta mempertahankan suatu budaya.
-
Narwoko dan Suryanto, keluarga adalah lembaga sosial dasar dimana semua lembaga
atau pranata sosial lainnya berkembang.
c. Masyarakat
Masyarakat
(sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang
membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara
individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut (https://id.wikipedia.org). Berikut ini
adalah beberapa pengertian Masrakat menurut beberapa ahli.
- Emile Durkheim,
masyarakat adalah suatu kenyataan objektif dari individu-individu yang
merupakan anggotanya.
- Karl Marx,
masyarakat adalah suatu sturktur yang mengalami ketegangan organisasi maupun
perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah
secara ekonomi.
- Selo
Soemardjan, masyarakat adalah orang-orang yang
hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2. Pertumbuhan
Individu
Manusia
sebagai makhluk hidup pasti mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan adalah suatu
proses pertambahan ukuran yang bersifat irreversible
(tidak dapat kembali ke ukuran semula). Manusia disebut individu apabila pola
tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan mengikuti pola tingkah laku
umum. Manusia akan mengalami rertumbuhan individu, artinya manusia akan
mengalami pembentukan karakter atau kepribadian yang menjadikannya berbeda dari
orang disekitarnya. Pertumbuhan individu dapat dipengaruhi beberapa faktor,
diantaranya:
a. Faktor
biologis
b. Faktor
geografis
c. Faktor
kebudayaan khusus
3. Bentuk
dan fungsi keluarga
Keluarga
sebagai kelompok sosial terkecil dalam masyarakat memiliki beberapa bentuk dan
fungsi. Keluarga dapat dibedakan menjadi dua,
yakni keluarga batih atau keluarga inti (conjugal
family) dan keluarga kerabat (consanguine
family). Conjugal Family atau
keluarga batih didasarkan atas ikatan perkawinan dan terdiri dari seorang
suami, istri, dan anak-anak mereka yang belum kawin. Keluarga hubungan kerabat
sedarah atau consanguine family
tidak didasarkan pada pertalian kehidupan suami istri, melainkan pada
pertalian darah atau ikatan keturunan dari sejumlah orang kerabat. Keluarga
juga memiliki beberapa fungsi yang harus dipenuhi, diantaranya:
a. Fungsi biologi
- Meneruskan keturunan
- Memelihara dan membesarkan anak
- Memberikan makanan bagi keluarga dan memenuhi kebutuhan gizi
- Merawat dan melindungi kesehatan para anggotanya
- Memberi kesempatan untuk berkreasi
b. Fungsi psikologis
- Identitas keluarga serta rasa aman dan kasih sayang
- Pendewasaan kepribadian bagi anggotanya
- Perlindungan secara psikologis
- Mengadakan hubungan keluarga dengan keluarga lain atau
masyarakat
c. Fungsi sosial budaya atau sosiologi
- Meneruskan nilai-nilai budaya
- Sosiaslisai
- Pembentukan norma-norma, tingkah laku pada tiap tahap
perkembangan anak serta kehidupan keluarga
- Penanaman keterampilan, tingkah laku dan pengetahuan dalam
hubungan
4. Golongan masyarakat
Pitirim A. Sorokin menggunakan istilah pelapisan sosial yaitu
pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara
bertingkat/hierarkhis. Perwujudannya dikenal dengan adanya kelas sosial tinggi
(upper class) contohnya: pejabat,
penguasa, dan pengusaha; kelas sosial menengah (midle class) contohnya: dosen, pegawai negeri, pengusaha kecil dan
menengah; kelas sosial rendah (lower
class) contohnya: buruh, petani, dan pedagang kecil. Golongan masyarakat
terbagi 3, yaitu golongan masyarakat tradisional, golongan masyarakat modern,
dan golongan masyarakat transisi.
a. Masyarakat tradisional
Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang kehidupannya
masih banyak dikuasai oleh adat istiadat lama. Golongan masyarakat
tradisional di dalam melangsungkan kehidupannya berdasarkan pada cara-cara atau
kebiasaan-kebiasaan lama yang masih diwarisi dari nenek moyangnya. Kehidupan mereka belum terlalu
dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang berasal dari luar lingkungan
sosialnya. Masyarakat ini dapat juga disebut masyarakat pedesaan atau masyarakat
desa. Masyarakat desa adalah sekelompok orang yang hidup bersama, bekerja sama,
dan berhubungan erat secara tahan lama, dengan sifat-sifat yang hampir seragam.
b. Masyarakat modern
Masyarakat modern adalah masyarakat yang sebagian besar
warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam
peradaban dunia masa kini. Perubahan-Perubahan itu terjadi sebagai akibat masuknya
pengaruh kebudayaan dari luar yang membawa kemajuan terutama dalam bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seimbang
dengan kemajuan di bidang lainnya seperti ekonomi, politik, hukum, dan
sebagainya. Bagi negara-negara sedang berkembang seperti halnya Indonesia. Pada
umumnya masyarakat modern ini disebut juga masyarakat perkotaan atau masyarakat
kota
c. Masyarakat Transisi
Masyarakat transisi ialah masyarakat
yang mengalami perubahan dari suattu masyarakat ke masyarakat yang lainnya.
Misalnya masyarakat pedesaan yang mengalami transisi ke arah kebiasaan kota,
yaitu pergeseran tenaga kerja dari pertanian, dan mulai masuk ke sektor
industri. Ciri-ciri masyarakat transisi adalah : adanya pergeseran dalam bidangpekerjaan, adanya pergeseran pada tingkat
pendidikan, mengalami
perubahan ke arah kemajuan, masyarakat sudah mulai terbuka dengan perubahan dan kemajuan zaman, tingkat mobilitas masyarakat tinggi dan biasanya terjadi pada masyarakat yang
sudah memiliki akses ke kota misalnya jalan raya.
5. Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan
kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Seseorang
biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat untuk pergi dari desa ke kota. Pengaruh
tersebut bisa dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi,
terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya. Pengaruh-pengaruh tersebut
bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong
seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau
faktor penarik (https://id.wikipedia.org).
a. Faktor penarik
- Kehidupan
kota yang lebih modern
-
Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
-
Banyak lapangan pekerjaan di kota
-
Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan
berkualitas
b.
Faktor pendorong
-
Lahan pertanian semakin sempit
-
Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
-
Menganngur karena tidak banya lapangan kerja di desa
-
Terbatasnya sarana dan prasana di desa
-
Diusir dari desa asal
-
Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
c.
Keuntungan urbanisasi
-
Memoderenisasikan warga desa
-
Menambah pengetahuan warga desa
-
Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
-
Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
d. Akibat urbanisasi
-
Terbentuknya suburb tempat-tempat
pemukiman baru dipinggiran kota
-
Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak
mempunyai pekerjaan tetap)
-
Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi
persyaratan kesehatan
- Lingkungan
hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal
C.
Analisis
Indonesia memiliki populasi lebih dari 237 juta jiwa pada tahun 2010, Indonesia adalah negara berpenduduk
terbesar keempat di dunia. Artinya, Indonesia memiliki 237 juta lebih individu.
Jumlah
penduduk yang begitu besar dan terus bertambah setiap tahun tidak diimbangi
dengan pemerataan penyebaran penduduk. Selama ini sebagian besar penduduk masih
terpusat di Pulau Jawa.
1.
Bentuk keluarga di
Indonesia
Keluarga
Indonesia memiliki ciri-ciri, diantaranya didominasi suami sebagai kepala keluarga
dan pencari nafkah, biasanya berbentuk monogram, dan memiliki ikatan
kekeluargaan yang kuat.
2.
Golongan masyarakat
Indonesia
Bangsa
indonesia dibagi dalam dua golongan berdasarkan pekerjaan (profesi) dan
penghasilannya, yaitu golongan masyarakat yang ditanggung pemerintah dan
golongan masyarakat yang tidak ditanggung pemerintah.
a.
Golongan yang
ditanggung pemerintah
Golongan ini dijamin pekerjaan dan penghasilannya, sebagai
bukti jaminan penghasilan pada golongan ini adalah, mereka memerima gaji pada
setiap akhir atau awal bulan. Pada tingkatan tertentu, dimana seseorang
pada golongan ini telah menduduki jabatan, selain jaminan penghasilan, juga
mendapat tambahan fasilitas lainnya, misalnya: perumahan, kendaraan (mobil),
fasilitas kesehatan, biaya perjalanan, dll. Apabila dalam ketentuan
batas usia maupun masa kerja telah tercapai dan sudah tidak lagi dipekerjakan
atau diperbantukan, maka akan "Dipensiun" dengan dijamin hak
penghasilan pensiun yang biasanya diterima pada setiap awal bulan. Contoh
golongan ini misalnya PNS, TNI, POLRI, Jaksa, Hakim, Menteri, dll.
b.
Golongan yang tidak ditanggung pemerintah
Golongan ini mulai dari mencari pekerjaan, meciptakan
pekerjaan, mengerjakan pekerjaan, mengelola pekerjaan, dll dilakukan sendiri
secara mandiri, dan penghasilannya tergatung dari hasil jerih payahnya sendiri,
tidak ada campur tangan pemerintah disini. Golongan ini tidak akan
menuntut pengasilannya ditanggung dan dijamin pemerintah, akan tetapi dimohon
pemerintah cukup mengerti dan bisa membantu memfasilitasi terselenggaranya
pekerjaan golongan masyarakat swasta. contoh golongan
ini misalnya masyarakat swasta,
seperti petani, pedagang, jasa, buruh, dan pengusaha-pengusaha lainnya.
3.
Fenomena
urbanisasi di Indonesia
Fenomena urbanisasi di
Indonesia dapat dijelaskan melalui tabel tentang jumlah pendatang di kawasan
perkotaan pada masing-masing kabupaten/kota di bawah ini. Jumlah pendatang di
kawasan perkotaan pada suatu daerah dihitung berdasarkan jumlah penduduk
perkotaan di suatu daerah yang tempat lahirnya bukan di daerah tersebut (http://www.bps.go.id/ ).
Besarnya pendatang di
sekitar Kota Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan dikarenakan kota-kota
tersebut pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonominya sangat pesat.
Selain itu, keempat kota tersebut juga merupakan empat kota terbesar di
Indonesia. Besarnya pendatang di sekitar Kota Yogyakarta, Solo, dan Denpasar
dikarenakan ketiga kota tersebut berfungsi sebagai kota pendidikan, kebudayaan,
dan pariwisata dalam skala internasional. Adapun faktor utama terjadinya
fenomena urbanisasi yang dialami oleh kota-kota besar di Indonesia antara lain:
a.
Faktor pendorong terjadinya urbanisasi
-
Semakin terbatasnya
lapangan kerja di perdesaan
-
Kemiskinan di desa
akibat bertambah banyaknya jumlah penduduk
-
Transportasi desa-kota
yang semikin lancer
-
Tingginya upah buruh di
kota dibandingkan di desa
-
Bertambahnya kemampuan
membaca dan menulis atau tingkat pendidikan di masyarakat desa
- Tata cara dan adat
istiadat yang kadang-kadang dianggap sebagai “beban” oleh masyarakat desa.
b. Faktor
penarik terjadinya urbanisasi
-
Kesempatan kerja yang
lebih luas dan bervariasi di kota
-
Tingkat upah yang lebih
tinggi
-
Lebih banyak kesempatan
untuk maju (diferensiasi pekerjaan dan pendidikan dalam segala bidang)
-
Tersedianya
barang-barang kebutuhan yang lebih lengkap
-
Terdapatnya macam-macam
kesempatan untuk rekreasi dan pemanfaatan waktu luang (plesure time), seperti
bioskop, taman-aman, hiburan dan sebagainya
-
Bagi orang-orang atau
kelompok tertentu memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol
sosial yang ketat di desa.
c. Dampak
fenomena urbanisasi
-
Penganguran yang tidak
terkendali
-
Bertambahnya pemukiman
kumuh di pinggiran kota
-
Degradasi moral dan
kejahatan yang semakin meningkat
- Kemacetan lalu lintas
Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Individu
((dibuka pada hari minggu tanggal 27 September 2015
jam 16.43 WIB)
http://didefinisipengertian.blogspot.co.id/2015/06/definisi-pengertian-individu-menurut-ahli.html
(dibuka
pada hari minggu tanggal 27 September 2015 jam 17.11 WIB)
https://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga
(dibuka
pada minggu tanggal 27 September 2015 jam 17.20 WIB)
http://www.definisi-pengertian.com/2015/04/pengertian-keluarga-definisi-menurut-para-ahli.html
(dibuka pada minggu
tanggal 27 September 2015 jam 17.32 WIB)
https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
(dibuka
pada hari minggu tanggal 27 September 2015 jam 18.00 WIB)
http://www.artikelsiana.com/2015/06/para-ahli-pengertian-masyarakat-definisi.html#_
(dibuka
pada minggu tanggal 27 September 2015 jam 18.10 WIB)
http://xfqjcbx.tumblr.com/post/2498437029/pertumbuhan-individu
(dibuka
pada minggu tanggal 27 September 2015
jam 18.16 WIB)
http://www.kajianpustaka.com/2012/11/definisi-fungsi-dan-bentuk-keluarga.html
(dibuka
pada minggu tanggal 27 September 2015 jam 18.23 WIB)
http://zulfaidah-indriana.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-unsur-dan-kriteria-masyarakat.html
(dibuka
pada minggu tanggal 27 September 2015 jam 18.40 WIB)
https://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi
(dibuka
pada minggu tanggal 27 September 2015 jam 18.50 WIB)
https://farisaqimuddin.wordpress.com/2012/10/23/pengertian-keluarga-besar-dan-keluarga-inti-serta-fungsi-keluarga/
(dibuka
pada minggu tanggal 27 September 2015 jam 19.00 WIB)
http://www.kompasiana.com/jokopurwadi54yahoo.co.id/bangsa-indonesia-dibagi-dalam-dua-golongan_54ffb738a333113244511667
(dibuka
pada minggu tanggal 27 September 2015
jam 19.13 WIB)
https://blogmilikanshori.wordpress.com/2013/12/24/fenomena-perpindahan-penduduk-ke-kota-kota-besar-di-indonesia/
(dibuka
pada minggu tanggal 27 September 2015 jam 19.30 WIB)
http://wahyusriyantopendidikanekonomi.blogspot.co.id/
(dibuka pada minggu
tanggal 27 September 2015 jam 20.00 WIB)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar