Penduduk,
Masyarakat dan Kebudayaan
A. Pendahuluan
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan memiliki kaitan satu sama lainnya. Penduduk yang tinggal dalam suatu wilayah dan waktu tertentu akan membentuk suatu populasi yang disebut masyarakat. Masyarakat yang tinggal di suatu wilayah dan waktu tertentu akan membentuk suatu kebiasaan dimana kebiasaan ini akan dijadikan sebagai “jati diri” atau pembeda antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lainnya yang kemudian disebut kebudayaan. Berikut ini adalah beberapa teori tentang penduduk, masyarakat dan kebudayaan serta pembahasan berdasarkan ruang lingkup Negara Indonesia.
B. Landasan
Teori
Landasan teori ini dibuat berdasarkan sumber-sumber referensi yang didapat penulis dari beberapa sumber terkait di internet. Landasan teori ini dibuat untuk memperkuat pembahasan contoh kasus yang dihadapi oleh Negara Indonesia.
1. Pengertian
- Menurut Linton, Budaya merupakan keseluruhan dari sikap & pola perilaku serta pengetahuan yang merupakan suatu kebiasaan yang diwariskan & dimilik oleh suatu anggota masyarakat tertentu.
2. Perkembangan dan Penggandaan Penduduk
a. Penduduk
Penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertent (Wikipedia.org). Berikut ini adalah beberapa pengertian penduduk menurut beberapa ahli.
Penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertent (Wikipedia.org). Berikut ini adalah beberapa pengertian penduduk menurut beberapa ahli.
- UUD 1945 Pasal 26 ayat
(2), penduduk adalah warga negara Indonesia dan
orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.
- Jonny Purba, penduduk adalah orang yang matranya sebagai diri pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga negara, dan himpuna kuantitas yang bertempat tinggal di suatu tempat dalam batas wilayah negara pada waktu tertentu.
- Jonny Purba, penduduk adalah orang yang matranya sebagai diri pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga negara, dan himpuna kuantitas yang bertempat tinggal di suatu tempat dalam batas wilayah negara pada waktu tertentu.
- Dr. Kartomo,
penduduk adalah semua orang yang mendiami suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu, terlepas dari warga negara atau bukan warga negara.
Kesimpulannya, penduduk
adalah orang-orang yang tinggal di suatu negara.
b. Masyarakat
Masyarakat
(sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang
membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara
individu-individu yang berada dalam
kelompok tersebut (Wikipedia.org).
Berikut ini adalah beberapa pengertian Masrakat menurut beberapa ahli.
- Emile Durkheim,
masyarakat adalah suatu kenyataan objektif dari individu-individu yang
merupakan anggotanya.
- Karl Marx,
masyarakat adalah suatu sturktur yang mengalami ketegangan organisasi maupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah
secara ekonomi.
- Selo Soemardjan,
masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
c. Kebudayan
Budaya atau kebudayaan berasal
dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan
bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan
dengan budi, dan akal manusia (Wikipedia.org).
Berikut ini adalah beberapa pengertian Masrakat menurut beberapa ahli.
- Kamus Besar Bahasa
Indonesia, budaya berarti sebuah pemikiran,
adat istiadat atau akal budi.
- Menurut Koentjaraningrat, Budaya merupakan sebuah sistem gagasan & rasa, sebuah tindakan serta karya yang dihasilkan oleh manusia didalam kehidupannya yang bermasyarakat, yang dijadikan kepunyaannya dengan belajar.
2. Perkembangan dan Penggandaan Penduduk
Perkembangan penduduk adalah
perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai
perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit”untuk pengukuran (Wikipedia.org).
Perkembangan
penduduk dunia tahun 1830 – 2006
Tahun
|
Jumlah
penduduk
|
Perkembangan
pertahun
|
1830
|
1
milyard
|
–
|
1930
|
2
milyard
|
1%
|
1960
|
3
milyard
|
1,7%
|
1975
|
4
milyard
|
2,2%
|
1987
|
5
milyard
|
2%
|
1996
|
6
milyard
|
2%
|
2006
|
7
milyard
|
2%
|
Sumber :
Iskandar , Does Sampurno Masalah Pertambahan Penduduk di Indonesia
Penggandaan penduduk adalah jumlah
peningkatan pertumbuhan penduduk yang signifikan (2 kali jumlah penduduk sebelumnya).
Menggunakan interpolasi linear dari perkiraan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (UN DESA), populasi dunia telah meningkat dua kali lipat atau
akan dua kali lipat dalam tahun-tahun berikutnya (dengan dua titik tolak yang
berbeda).
Tahun
penggandaan
|
Perkiraan
penduduk dunia
|
Waktu
|
800
SM
|
5
juta
|
–
|
1650
tahun
|
500
juta
|
1500
|
1830
tahun
|
1
milyard
|
180
|
1930
tahun
|
2
milyard
|
100
|
1975
tahun
|
4
milyard
|
45
|
Sumber :
Ehrlich, Paul, R, et al, Human Ecology W.H. Freeman and Co San Fransisco.
3. Faktor-Faktor
Demografi
Demografi merupakan istilah yang Demografi
merupakan istilah yang berasal dari dua kata Yunani, yaitu demos yang berarti rakyat atau penduduk dan graphein yang berarti menggambar atau menulis. Demografi dapat
diartikan sebagai tulisan atau gambaran tentang penduduk terutama tentang
kelahiran, pernikahan, kematian dan migrasi.
a. Kelahiran
Kelahiran menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia adalah proses akhir dari suatu proses kehamilan yang
menghasilkan lebih dari satu kelahiran hidup. Angka kelahiran dihitung dari
seberapa banyak bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk per tahun. Angka
kelahiran bayi dapat dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu :
-
Angka kelahiran
dikatakan tinggi jika angka kelahiran > 30 per tahun
-
Angka kelahiran
dikatakan sedang jika angka kelahiran 20 - 30 per tahun
-
Angka kelahiran
dikatakan rendah jika angka kelahiran < 30 per tahun
b. Pernikahan
Pernikahan menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ikatan perkawinan yang dilakukan sesuai
dengan ketentuan hukum dan ajaran agama. Pernikahan merupakan salah satu faktor
utama perkembangan penduduk, karena dari pernikahan maka akan ada kelahiran.
c. Kematian
Kematian menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia adalah hilangnya nyawa dari makhluk hidup. Kematian
dapat dihitung berdasarkan rumus tingkat kematian kasar dan rumus tingkat kematian
khusus.
-
Rumus Tingkat Kematian
Kasar
CBR = D x K
P
Keterangan: CDR : Crude Death Rate (angka kematian kasar)
D : Jumlah kematian(Death) pada tahun tertentu
P : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
tertentu.
K : Bilangan konstan 1000.
- Rumus Tingkat Kematian Khusus
ASDRx = Dx x K
Px
Keterangan: ASDRx :
Angka kematian khusus umur tertentu (x)
Dx : Jumlah kematian pada umur tertentu
selama satu tahun.
Px : Jumlah penduduk pada umur tertentu.
K : Bilangan konstan 1000
d. Migrasi
Migrasi adalah perpindahan
penduduk dengan tujuan menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas
administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi
internasional) (Wikipedia.org). Migrasi
terdiri dari dua macam, yaitu migrasi internasional (Imigrasi, Emigrasi,
Remigrasi) dan migrasi nasional (Urbanisasi, Transmigrasi, Ruralisasi,
Evakuasi).
-
Migrasi internasional
Migrasi
Internasional yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya.
Migrasi internasional dapat dibedakan atas tiga macam yaitu :
·
Imigrasi,
yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap.
Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran.
·
Emigrasi,
yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan
emigrasi disebut emigran.
·
Remigrasi
atau repatriasi, yaitu kembalinya imigran ke negara asalnya.
-
Migrasi nasional
Migrasi
nasional yaitu perpindahan penduduk di dalam satu negara. Migrasi nasional
terdiri atas beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.
·
Urbanisasi => Dari Desa ke Kota
·
Transmigrasi => Dari Pulau ke Pulau
·
Ruralisasi => Dari Kota ke Desa
·
Evakuasi => Dari tempat yang tidak aman ke tempat
yang aman
-
Proses migrasi
Adanya wilayah yang memiliki suatu nilai lebih maka banyak orang/
penduduk pun yang akan pergi ke wilayah itu dikarenakan di wilayah ia tinggal
sudah tidak ada lagi nilai lebihnya untuk berkelangsungan hidupnya. Alasan
melakukan migrasi dapat meliputi:
·
Bertujuan untuk menetap
di wilayah tersebut.
·
Bertujuan untuk tinggal
di wilayah tersebut tetapi tidak menetap (sewaktu-waktu dapat kembali ke daerah
asal).
·
Bertujuan hanya sekedar
berlibur di wilayah tersebut.
-
Dampak dari migrasi
Migrasi walaupun
memiliki tujuan yang baik bagi penduduk pada suatu wilayah tetapi juga memiliki
beberapa dampak yang dapat sangan merugikan bagi wilayah tersebut. Dampak yang
ditimbulkan dari migrasi di antaranya adalah:
·
Berkurangnya tenaga
kerja produktif di daerah yang di tinggalkan (desa).
·
Berkurangnya jumlah
golongan berpendidikan di desa
·
Terbentuknya
daerah-daerah kumuh di kota
·
Berkurangnya tenaga penggarap lahan pertanian di desa
·
Terjadi konflik antara penduduk asli dan penduduk pindahan
·
Terjadi sengketa tanah dari kedua pihak
·
Bisa saja tercampur budaya penduduk asli dengan penduduk pindahan
·
Budaya penduduk pindahan menjadi hilang karena menganut budaya penduduk
asli
4. Struktur
Penduduk
Struktur penduduk adalah komposisi
penduduk yang menempati suatu wilayah tertentu yang dibedakan atas beberapa
kriteria. Struktur penduduk terdiri dari 3 jenis yaitu:
a. Piramida penduduk muda
a. Piramida penduduk muda
Suatu
wilayah yang memiliki angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang
rendah sehingga daerah ini mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat. Piramida
ini dicirikan sebagian besar penduduk masuk dalam kelompok umur muda. Contohnya
adalah negara-negara yang sedang berkembang, misalnya Indonesia, Malaysia,
Filipina, dan India.
b. Piramida
Penduduk Stasioner
Suatu
wilayah memiliki angka kelahiran dan angka kematian yang sama-sama rendah (seimbang). Contohnya adalah negara-negara Eropa Barat.
c. Piramida
Penduduk Tua
Suatu
wilayah memiliki angka kelahiran yang menurun dengan cepat dan tingkat kematian yang rendah. Piramida ini juga dicirikan dengan jumlah kelompok umur muda lebih
sedikit dibanding kelompok umur tua. Contohnya adalah negara-negara yang sudah
maju, misalnya Amerika Serikat.
5. Rasio
Ketergantungan
Rasio
Ketergantungan (Dependency
Ratio) adalah
perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah
penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio
Ketergantungan dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu
negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang. Rasio
ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio Ketergantungan Muda dan
Rasio Ketergantungan Tua :
a. Rasio
Ketergantungan Muda adalah perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 – 64 tahun.
b. Rasio Ketergantungan Tua adalah perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk di usia 15-64 tahun.
C. Analisis
Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia, adalah negara di Asia
Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra
Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari
13.466 pulau, nama alternatif
yang biasa dipakai adalah Nusantara. Memiliki populasi lebih dari 237 juta
jiwa pada tahun 2010, Indonesia
adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk
Muslim terbesar di dunia, dengan
lebih dari 207 juta jiwa. Bentuk
pemerintahan Indonesia adalah republik,
dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih secara langsung.
1. Demografi
Negara Republik Indonesia
Penduduk
Indonesia dapat dibagi secara garis besar dalam dua kelompok. Di bagian barat
Indonesia penduduknya kebanyakan adalah suku Melayu sementara di timur adalah
suku Papua, yang mempunyai akar di kepulauan Melanesia. Banyak penduduk Indonesia
yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik,
yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda atau Batak. Di
Indonesia terdapat sekitar 3% populasi etnis Tionghoa. Angka ini berbeda-beda
karena hanya pada tahun 1930-an terakhir kalinya pemerintah melakukan sensus
dengan menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke dalam suku bangsa dan
keturunannya. Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2%
penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim
terbanyak di dunia. Sisanya beragama Protestan (8,9%); Katolik (3%); Hindu
(1,8%); Buddha (0,8%); dan lain-lain (0,3%).
Berdasarkan Sensus
Penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 237,6 juta jiwa atau bertambah
32,5 juta jiwa sejak tahun 2000. Artinya, setiap tahun selama periode
1990-2000, jumlah penduduk bertambah 3,25 juta jiwa. Jika di alokasikan ke
setiap bulan maka setiap bulannya penduduk Indonesia bertambah sebanyak 270.833
jiwa atau sebesar 0,27 juta jiwa. Berdasarkan jumlah tersebut, maka setiap
harinya penduduk Indonesia bertambah sebesar 9.027 jiwa. Dan setiap jam terjadi
pertambahan penduduk sebanyak 377 jiwa. Bahkan setiap detik jumlah pertambahan
penduduk masih tergolong tinggi yaitu sebanyak 1,04 (1-2 jiwa). Pertambahan
penduduk di Indonesia umumnya (bahkan bisa dikatakan 99,9 persen) disebabkan
oleh kelahiran, sisanya berupa migrasi masuk. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa dalam 1 detik di Indonesia terjadi kelahiran bayi sebanyak 1-2 jiwa (http://www.bps.go.id).
2. Migrasi
Penduduk Indonesia
Jumlah
penduduk yang merupakan migran seumur hidup terus meningkat dari waktu ke waktu.
Hasil SP2010 mencatat 27.975.612 penduduk atau 11,8 persen penduduk merupakan
migran masuk seumur hidup antar provinsi. Persentase migran seumur hidup di
daerah perkotaan hampir tiga kali lipat migran seumur hidup di daerah
perdesaan, masing-masing sebesar 17,2 dan 6,3 persen. Menurut gender, jumlah
migran laki-laki lebih banyak daripada migran perempuan, 14.736.632 berbanding
13 238 980 orang. Seks rasio migran seumur hidup adalah 111,3.
Data-data tersebut menunjang teori, bahwa migran lebih banyak di daerah
perkotaan dan laki-laki lebih banyak yang melakukan perpindahan. Beberapa
provinsi merupakan daerah tujuan migran, seperti: Kepulauan Riau, DKI Jakarta,
dan Kalimantan Timur. Daerah-daerah ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi
migran. Pada umumnya alasan utama pindah para migran ini adalah karena
pekerjaan, mencari pekerjaan, atau sekolah(http://www.bps.go.id).
Jumlah
penduduk yang merupakan migran risen terus meningkat dari waktu ke waktu. Hasil
SP2010 mencatat 5.396.419 penduduk atau 2,5 persen penduduk merupakan migran
masuk risen antar provinsi. Persentase migran risen di daerah perkotaan tiga
kali lipat lebih besar migran risen di daerah perdesaan, masing-masing sebesar
3,8 dan 1,2 persen. Menurut gender, jumlah migran laki-laki lebih banyak
daripada migran perempuan, 2.830.114 berbanding 2.566.305 orang. Seks rasio
migran risen adalah 110,3. Data-data tersebut menunjang teori, bahwa migran
lebih banyak di daerah perkotaan dan laki-laki lebih banyak yang melakukan
perpindahan. Beberapa provinsi merupakan daerah tujuan migran, seperti:
Kepulauan Riau, Papua Barat, dan DI Yogyakarta. Daerah-daerah ini mempunyai
daya tarik tersendiri bagi migran. Pada umumnya alasan utama pindah para migran
ini adalah karena pekerjaan, mencari pekerjaan, atau sekolah(http://www.bps.go.id).
Penyebaran
penduduk yang tidak merata menyebabkan daerah tertentu menjadi padat
seperti Jakarta, Bekasi, Bandung dan kota lain didukung beberapa faktor
tertentu. Faktor yang mempengaruhi penyebaran penduduk tidak merata yaitu :
a. Pulau
Jawa adalah daerah yang sangat subur dan telah lama berkembang pertanian
tradisional. Pada masa lalu, masyarakat masih mengembangkan pola ekonomi
tradisional berupa pertanian.
b. Lokasi
Pulau Jawa yang sebagian besar wilayahnya mudah terjangkau menjadi salah satu
penyebab persebaran penduduk di Pulau Jawa terus terjadi.
c. Pulau
Jawa juga merupakan pusat perkembangan politik pada masa pengaruh Hindu,
Buddha, Islam, dan masa penjajahan.
d. Pusat
pemerintahan
e.
Sarana dan prasarana di Pulau Jawa cukup lengkap.
f.
Pulau Jawa merupakan pusat kegiatan ekonomi
g.
Pulau Jawa tanahnya paling subur dan reliefnya datar
h.
Pulau Jawa merupakan pusat pendidikan
Penyebaran
penduduk yang tidak merata di Indonesia juga memiliki beberapa dampak yang
serius bagi Indonesia. Dampak yang ditimbulkan dari penyebaran penduduk yang
tidak merata di indonesia yaitu:
a. Berkurangnya
tenaga kerja produktif di daerah yang di tinggalkan (desa).
b. Berkurangnya
jumlah golongan berpendidikan di desa
c. Terbentuknya
daerah-daerah kumuh di kota
d. Berkurangnya tenaga penggarap lahan pertanian di
desa
e. Terjadi konflik antara penduduk asli dan penduduk
pindahan
f. Terjadi sengketa tanah dari kedua pihak
g. Bisa saja tercampur budaya penduduk asli dengan
penduduk pindahan
h. Budaya penduduk pindahan menjadi hilang karena
menganut budaya penduduk asli
3. Struktur
Penduduk Indonesia
Penduduk laki-laki
Indonesia sebanyak 119 630 913 jiwa dan perempuan sebanyak 118 010 413 jiwa.
Seks Rasio adalah 101, berarti terdapat 101 laki-laki untuk setiap 100
perempuan. Seks Rasio menurut provinsi, yang terendah adalah 94 di Provinsi NTB
dan tertinggi adalah 113 di Provinsi Papua. Seks Rasio nasional pada kelompok umur
0-4 sebesar 106, umur 5 - 9 sebesar 106, kelompok umur lima tahunan dari 10
sampai 64 berkisar antara 93 sampai dengan 109, dan umur 65+ sebesar 81.
Median umur penduduk Indonesia tahun 2010 adalah 27,2 tahun.
Angka ini menunjukkan bahwa penduduk Indonesia termasuk kategori menengah
(intermediate). Penduduk suatu wilayah dikategorikan penduduk muda bila median
umur < 20, penduduk menengah jika median umur 20-30, dan penduduk tua jika
median umur > 30 tahun. Rasio ketergantungan penduduk Indonesia adalah
51,31. Angka ini menunjukkan bahwa setiap 100 orang usia produktif (15-64
tahun) terdapat sekitar 51 orang usia tidak produkif (0-14 dan 65+), yang
menunjukkan banyaknya beban tanggungan penduduk suatu wilayah. Rasio
ketergantungan di daerah perkotaan adalah 46,59 sementara di daerah perdesaan
56,30. Perkiraan rata-rata
umur kawin pertama penduduk laki-laki sebesar 25,7 tahun dan perempuan 22,3
tahun (perhitungan Singulate Mean Age at
Marriage/SMAM).
4. Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
Masa pertumbuhan
dan perkembangan kebudayaan di Indonesia dibagi menjadi empat menurut pengaruh
yang terlihat. Masa tersebut ialah masa kebudayaan Hindu-Buddha, Islam, dan
Barat.
a. Kebudayaan Hindu-Buddha
Hubungan
Indonesia dengan india telah terjalin sejak abad pertama masehi. Hubungan ini
mula-mula terjadi di bidang perdagangan dan berkembang ke bidang agama dan
kebudayaan. Orang-orang india membawa barang dagangan seperti wangi-wangian,
tekstil, mutiara dan permata untuk di jual di Indonesia. Sementara dari
Indonesia mereka membeli barang seperti kayu cendana, kayu gaharu, cengkeh dan
lada. Sejalan dengan berkembangnya hubungan kedua Negara masuk pula agama dan
kebudayaan India ke Indonesia seperti agama hindu, budha, bahasa sansekerta,
huruf palawa dan nama-nama berakhiran warama. Masuknya
pengaruh india ke Indonesia berjalan lancar dan berkembang dengan baik. Hal ini
disebabkan adanya persamaan kebudaayaan antara india dengan Indonesia.
Kebudayaan india dengan Indonesia tidak jauh berbeda corak dan ragamnya.
Masuknya kebudayaan india ke Indonesia makin memperkaya khazanah budaaya
Indonesia. Beberapa
pengaruh yang dapat dirasakan pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan pada masa
Hindu-Buddha, yaitu:
- Masuknya agama hindu-budha
- Masuknya bahasa sansekerta dan huruf palawa
- Masuknya bahasa sansekerta dan huruf palawa
-
Munculnya kerajaan-kerajaan bercorak hindu-budha
-
Munculnya nama berakhiran warman
-
Wilayah perdagangan makin luas dan ramai
-
Perkembangan feodalisme makin cepat
-
Kemajuan kebudayaan asli lebih cepat terutama bidang
agama.
b. Kebudayaan Islam
Masuknya
Islam membawa perubahan di berbagai bidang di Indonesia. Wujud akulturasi
kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Islam di antaranya tampak pada bidang
berikut ini :
-
Bidang
Politik
Sebelum
Islam masuk Indonesia, sudah berkembang pemerintahan yang bercorak Hindu-Buddha.
Tetapi, setelah masuknya Islam, kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu- Buddha
mengalami keruntuhan dan digantikan peranannya oleh kerajaan-kerajaan yang
bercorak Islam, seperti Samudra Pasai, Demak, Malaka, dan lainnya. Sistem
pemerintahan yang bercorak Islam, rajanya bergelar sultan atau sunan seperti
halnya para wali. Jika rajanya meninggal, tidak dimakamkan di candi tetapi
dimakamkan secara Islam.
-
Bidang
Sosial
Kebudayaan
Islam tidak menerapkan aturan kasta seperti kebudayaan Hindu. Pengaruh Islam
yang berkembang pesat membuat mayoritas masyarakat Indonesia memeluk agama
Islam. Hal ini menyebabkan aturan kasta mulai pudar di masyarakat. Nama-nama
Arab seperti Muhammad, Abdullah, Umar, Ali, Musa, Ibrahim, Hasan, Hamzah, dan
lainnya mulai digunakan. Kosakata bahasa Arab juga banyak digunakan, contohnya
rahmat, berkah (barokah), rezeki (rizki), kitab, ibadah, sejarah (syajaratun),
majelis (majlis), hikayat, mukadimah, dan masih banyak lagi.
-
Bidang
Pendidikan
Pendidikan
Islam berkembang di pesantren-pesanten Islam. Sebenarnya, pesantren telah
berkembang sebelum Islam masuk ke Indonesia. Pesantren saat itu menjadi tempat
pendidikan dan pengajaran agama Hindu. Setelah Islam masuk, mata pelajaran dan
proses pendidikan pesantren berubah menjadi pendidikan Islam.
-
Bidang
Sastra dan Bahasa
Persebaran
bahasa Arab lebih cepat daripada persebaran bahasa Sanskerta karena dalam Islam
tak ada pengkastaan. Semua orang dari raja hingga rakyat jelata dapat
mempelajari bahasa Arab.
-
Bidang
Arsitektur dan kesenian
Islam
telah memperkenalkan tradisi baru dalam teknologi arsitektur seperti masjid dan
istana. Ada perbedaan antara masjid-masjid yang dibangun pada awal masuknya
Islam ke Indonesia dan masjid yang ada di Timur Tengah. Masjid di Indonesia
tidak memiliki kubah di puncak bangunan. Kubah digantikan dengan atap tumpang
atau atap bersusun. Jumlah atap tumpang itu selalu ganjil, tiga tingkat atau
lima tingkat serupa dengan arsitektur Hindu. Contohnya, Masjid Demak dan Masjid
Banten. Islam juga memperkenalkan seni kaligrafi. Kaligrafi adalah seni
menulis aksara indah yang merupakan kata atau kalimat. Kaligrafi ada yang
berwujud gambar binatang atau manusia (hanya bentuk siluetnya).
c. Kebudayaan Barat
Kebudayaan barat adalah
kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara mamahami ilmu
pengtahuan dan filsafat. Mereka melakukan berbagai macam
cara diskusi dan debat untuk menemukan atau menentukan
makna seperti apa yang sebenarnya murni /asli dari kesadaran.
Mereka banyak belajar dan juga mengajar yang awalnya datang dari proses diskusi
dan perdebatan yang mereka lakukan. Melalui proses belajar dan mengajar, para
ahli kebudayaan barat dituntut untuk pandai dalam berceramah dan
berdiskusi. Hal itu dilakukan karena pada akhirnya akan banyak yang mengikuti ajarannya. Kebudayaan barat tidak bisa
langsung diartikan kebudayaan yang datang dari barat. Kebudayaan barat yang di
tulis sebagai western culture telah
diakui oleh negara belahan dunia manapun sebagai kultur yang berada di Eropa
barat bukan Amerika, bukan Australia, dan bukan negara Eropa Timur atau
Selatan. Namun seiring perkembangan, terjadilah pembatas yang membatasi budaya
barat dan timur. Istilah budaya barat dan budaya timur mungkin disebabkan
karena perbedaan ras, agama, persamaan kebudayaan di beberapa belahan negara.
Budaya barat memiliki 3
ciri-ciri, yaitu:
-
Penghargaan terhadap
martabat manusia
-
Kebebasan
-
Penciptaan dan
pemamfaatan teknologi
Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk
(dibuka pada hari kamis tanggal 24 September 2015 jam 18.40 WIB)
http://dilihatya.com/876/pengertian-penduduk-menurut-para-ahli
(dibuka pada hari kamis tanggal 24
September 2015 jam 18.48 WIB)
https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
(dibuka pada hari kamis tanggal 24 September 2015 jam 18.19 WIB)
http://www.artikelsiana.com/2015/06/para-ahli-pengertian-masyarakat-definisi.html#_
(dibuka pada hari kamis tanggal 24 September 2015 jam 19.21 WIB)
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya (dibuka pada hari kamis tanggal 24 September
2015 jam 19.29 WIB)
http://www.seputarpengetahuan.com/2015/03/pengertian-budaya-menurut-para-ahli.html
(dibuka pada hari kamis tanggal 24
September 2015 jam 19.34 WIB)
https://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_penduduk
(dibuka pada hari kamis tanggal 24 September 2015 jam 19.51 WIB)
http://www.kompasiana.com/wibisana/penggandaan-penduduk-keuntungan-atau-ancaman_54f91a5ba33311ef048b4638
(dibuka pada hari kamis tanggal 24 September 2015 jam 20.14 WIB)
http://kbbi.web.id/
untuk kata kunci: Kelahiran, Pernikahan dan Kematian (dibuka pada hari kamis
tanggal 24 September 2015 jam 20.39 WIB)
http://pengantarilmu-mujahid.blogspot.com/2011/12/macam-macam-migrasi.html
(dibuka
pada hari kamis tanggal 24 September 2015 jam 21.28 WIB)
http://khantydwi.blogspot.co.id/2012/10/struktur-penduduk.html
(dibuka pada hari kamis tanggal 24 September 2015 jam 22.16 WIB)
http://indrango.blogspot.co.id/2014/10/masalah-kependudukan-yang-terjadi-di.html
(dibuka pada hari jumat tanggal 25
September 2015 jam 15.44 WIB)
http://firdamaryana.blogspot.co.id/2012/10/angka-kelahiran-dan-kematian.html
(dibuka pada hari jumat tanggal 25 September 2015
jam 16.02 WIB)
http://www.bps.go.id/
(dibuka pada hari jumat tanggal 25 September 2015 jam 16.21
WIB)
https://mataram351.wordpress.com/agama-dan-kebudayaan-hindu-budha/
(dibuka pada hari jumat tanggal 25 September 2015 jam 16.55
WIB)
http://rpp-smp.blogspot.co.id/2014/09/kehidupan-masyarakat-indonesia-masa.html
(dibuka pada hari jumat tanggal 25 September 2015 jam 17.20
WIB)
http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id/artikel_detail-45448-Makalah-Perbedaan%20Kebudayaan%20Barat%20dan%20Kebudayaan%20Timur.html
(dibuka pada hari jumat tanggal 25 September 2015 jam 17.37
WIB)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar