Jumat, 25 September 2015

TUGAS ISD : TULISAN ILMIAH BAB 2 : PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN

Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan


A.     Pendahuluan
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan memiliki kaitan satu sama lainnya. Penduduk yang tinggal dalam suatu wilayah dan waktu tertentu akan membentuk suatu populasi yang disebut masyarakat. Masyarakat yang tinggal di suatu wilayah dan waktu tertentu akan membentuk suatu kebiasaan dimana kebiasaan ini akan dijadikan sebagai “jati diri” atau pembeda antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lainnya yang kemudian disebut kebudayaan. Berikut ini adalah beberapa teori tentang penduduk, masyarakat dan kebudayaan serta pembahasan berdasarkan ruang lingkup Negara Indonesia.

B.     Landasan Teori
Landasan teori ini dibuat berdasarkan sumber-sumber referensi yang didapat penulis dari beberapa sumber terkait di internet. Landasan teori ini dibuat untuk memperkuat pembahasan contoh kasus yang dihadapi oleh Negara Indonesia.   
 1.  Pengertian
 a.    Penduduk
Penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertent (Wikipedia.org). Berikut ini adalah beberapa pengertian penduduk menurut beberapa ahli.
   -   UUD 1945 Pasal 26 ayat (2),  penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.
-   Jonny Purba, penduduk adalah orang yang matranya sebagai diri pribadi, anggota    keluarga, anggota masyarakat, warga negara, dan himpuna kuantitas yang bertempat tinggal di suatu tempat dalam batas wilayah negara pada waktu tertentu.
   -  Dr. Kartomo, penduduk adalah semua orang yang mendiami suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu, terlepas dari warga negara atau bukan warga negara.
  Kesimpulannya, penduduk adalah orang-orang yang tinggal di suatu  negara.
b.    Masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka),  dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang  berada dalam kelompok tersebut (Wikipedia.org). Berikut ini adalah beberapa pengertian Masrakat menurut beberapa ahli.
   -  Emile Durkheim, masyarakat adalah suatu kenyataan objektif dari individu-individu yang merupakan anggotanya.
  - Karl Marx, masyarakat adalah suatu sturktur yang mengalami ketegangan organisasi maupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah secara ekonomi.
   -  Selo Soemardjan, masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
c.      Kebudayan
     Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia (Wikipedia.org). Berikut ini adalah beberapa pengertian Masrakat menurut beberapa ahli.
    - Kamus Besar Bahasa Indonesia,  budaya berarti sebuah pemikiran, adat istiadat atau akal budi.
   - Menurut Koentjaraningrat, Budaya merupakan sebuah sistem gagasan & rasa, sebuah tindakan serta karya yang dihasilkan oleh manusia didalam kehidupannya yang bermasyarakat, yang dijadikan kepunyaannya dengan belajar.
             - Menurut Linton, Budaya merupakan keseluruhan dari sikap & pola perilaku serta                              pengetahuan yang merupakan suatu kebiasaan yang diwariskan & dimilik oleh suatu                        anggota masyarakat tertentu.
      2. Perkembangan dan Penggandaan Penduduk
Perkembangan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit”untuk pengukuran (Wikipedia.org).
        Perkembangan penduduk dunia tahun 1830 – 2006
Tahun
Jumlah penduduk
Perkembangan pertahun
1830
1 milyard
1930
2 milyard
1%
1960
3 milyard
1,7%
1975
4 milyard
2,2%
1987
5 milyard
2%
1996
6 milyard
2%
2006
7 milyard
2%
Sumber : Iskandar , Does Sampurno Masalah Pertambahan Penduduk di Indonesia
Penggandaan penduduk adalah jumlah peningkatan pertumbuhan penduduk yang signifikan (2 kali jumlah penduduk sebelumnya). Menggunakan interpolasi linear dari perkiraan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (UN DESA), populasi dunia telah meningkat dua kali lipat atau akan dua kali lipat dalam tahun-tahun berikutnya (dengan dua titik tolak yang berbeda).
Tahun penggandaan
Perkiraan penduduk dunia
Waktu
800 SM
5 juta
1650 tahun
500 juta
1500
1830 tahun
1 milyard
180
1930 tahun
2 milyard
100
1975 tahun
4 milyard
45
Sumber : Ehrlich, Paul, R, et al, Human Ecology W.H. Freeman and Co San Fransisco.
3.    Faktor-Faktor Demografi
Demografi merupakan istilah yang Demografi merupakan istilah yang berasal dari dua kata Yunani, yaitu demos yang berarti rakyat atau penduduk dan graphein yang berarti menggambar atau menulis. Demografi dapat diartikan sebagai tulisan atau gambaran tentang penduduk terutama tentang kelahiran, pernikahan, kematian dan migrasi.
a.       Kelahiran
Kelahiran menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses akhir dari suatu proses kehamilan yang menghasilkan lebih dari satu kelahiran hidup. Angka kelahiran dihitung dari seberapa banyak bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk per tahun. Angka kelahiran bayi dapat dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu :
-          Angka kelahiran dikatakan tinggi jika angka kelahiran > 30 per tahun
-          Angka kelahiran dikatakan sedang jika angka kelahiran 20 - 30 per tahun
-          Angka kelahiran dikatakan rendah jika angka kelahiran < 30 per tahun
b.      Pernikahan
Pernikahan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ikatan perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama. Pernikahan merupakan salah satu faktor utama perkembangan penduduk, karena dari pernikahan maka akan ada kelahiran.
c.       Kematian
Kematian menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah hilangnya nyawa dari makhluk hidup. Kematian dapat dihitung berdasarkan rumus tingkat kematian kasar dan rumus tingkat kematian khusus.
-          Rumus Tingkat Kematian Kasar
                   CBR =  D  x K
                              P
Keterangan:    CDR : Crude Death Rate (angka kematian kasar)
                        D      : Jumlah kematian(Death) pada tahun tertentu
                        P       : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
                                   tertentu.
                                             K       : Bilangan konstan 1000.
-     Rumus Tingkat Kematian Khusus
                   ASDRx =  Dx  x K
                                 Px
      Keterangan:         ASDRx  : Angka kematian khusus umur tertentu (x)
                                   Dx          : Jumlah kematian pada umur tertentu
                                                    selama satu tahun.
                                   Px           : Jumlah penduduk pada umur tertentu.
                                   K            : Bilangan konstan 1000
d.       Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional) (Wikipedia.org). Migrasi terdiri dari dua macam, yaitu migrasi internasional (Imigrasi, Emigrasi, Remigrasi) dan migrasi nasional (Urbanisasi, Transmigrasi, Ruralisasi, Evakuasi).
-          Migrasi internasional
Migrasi Internasional yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya. Migrasi internasional dapat dibedakan atas tiga macam yaitu :
·         Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran.
·         Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigran.
·         Remigrasi atau repatriasi, yaitu kembalinya imigran ke negara asalnya.
-          Migrasi nasional
Migrasi nasional yaitu perpindahan penduduk di dalam satu negara. Migrasi nasional terdiri atas beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.
·         Urbanisasi => Dari Desa ke Kota
·         Transmigrasi => Dari Pulau ke Pulau
·         Ruralisasi => Dari Kota ke Desa
·         Evakuasi => Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman
-          Proses migrasi
Adanya wilayah yang memiliki suatu nilai lebih maka banyak orang/ penduduk pun yang akan pergi ke wilayah itu dikarenakan di wilayah ia tinggal sudah tidak ada lagi nilai lebihnya untuk berkelangsungan hidupnya. Alasan melakukan migrasi dapat meliputi:
·         Bertujuan untuk menetap di wilayah tersebut.
·         Bertujuan untuk tinggal di wilayah tersebut tetapi tidak menetap (sewaktu-waktu dapat kembali ke daerah asal).
·         Bertujuan hanya sekedar berlibur di wilayah tersebut.
-          Dampak dari migrasi
Migrasi walaupun memiliki tujuan yang baik bagi penduduk pada suatu wilayah tetapi juga memiliki beberapa dampak yang dapat sangan merugikan bagi wilayah tersebut. Dampak yang ditimbulkan dari migrasi di antaranya adalah:
  ·         Berkurangnya tenaga kerja produktif di daerah yang di tinggalkan (desa).
·         Berkurangnya jumlah golongan berpendidikan di desa
·         Terbentuknya daerah-daerah kumuh di kota 
·         Berkurangnya tenaga penggarap lahan pertanian di desa
·         Terjadi konflik antara penduduk asli dan penduduk pindahan
·         Terjadi sengketa tanah dari kedua pihak
·         Bisa saja tercampur budaya penduduk asli dengan penduduk pindahan
·         Budaya penduduk pindahan menjadi hilang karena menganut budaya penduduk asli
        4.    Struktur Penduduk
          Struktur penduduk adalah komposisi penduduk yang menempati suatu wilayah tertentu yang dibedakan atas beberapa kriteria. Struktur penduduk terdiri dari 3 jenis yaitu:
        a. Piramida penduduk muda
Suatu wilayah yang memiliki angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang rendah sehingga daerah ini mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat. Piramida ini dicirikan sebagian besar penduduk masuk dalam kelompok umur muda. Contohnya adalah negara-negara yang sedang berkembang, misalnya Indonesia, Malaysia, Filipina, dan India.
       b.  Piramida Penduduk Stasioner
Suatu wilayah memiliki angka kelahiran dan angka kematian yang sama-sama rendah (seimbang). Contohnya adalah negara-negara Eropa Barat.
      c.  Piramida Penduduk Tua
      Suatu wilayah memiliki angka kelahiran yang menurun dengan cepat dan tingkat kematian yang rendah. Piramida ini juga dicirikan dengan jumlah kelompok umur muda lebih sedikit dibanding kelompok umur tua. Contohnya adalah negara-negara yang sudah maju, misalnya Amerika Serikat.
      5.    Rasio Ketergantungan
    Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio Ketergantungan dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang. Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua :
     a.      Rasio Ketergantungan Muda adalah perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 – 64 tahun. 
     b.      Rasio Ketergantungan Tua adalah perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk di usia 15-64 tahun.
C.     Analisis
Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia, adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau, nama alternatif yang biasa dipakai adalah Nusantara. Memiliki populasi lebih dari 237 juta jiwa pada tahun 2010, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, dengan lebih dari 207 juta jiwa. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih secara langsung.
1.      Demografi Negara Republik Indonesia
Penduduk Indonesia dapat dibagi secara garis besar dalam dua kelompok. Di bagian barat Indonesia penduduknya kebanyakan adalah suku Melayu sementara di timur adalah suku Papua, yang mempunyai akar di kepulauan Melanesia. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda atau Batak. Di Indonesia terdapat sekitar 3% populasi etnis Tionghoa. Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930-an terakhir kalinya pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke dalam suku bangsa dan keturunannya. Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Sisanya beragama Protestan (8,9%); Katolik (3%); Hindu (1,8%); Buddha (0,8%); dan lain-lain (0,3%).
Berdasarkan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 237,6 juta jiwa atau bertambah 32,5 juta jiwa sejak tahun 2000. Artinya, setiap tahun selama periode 1990-2000, jumlah penduduk bertambah 3,25 juta jiwa. Jika di alokasikan ke setiap bulan maka setiap bulannya penduduk Indonesia bertambah sebanyak 270.833 jiwa atau sebesar 0,27 juta jiwa. Berdasarkan jumlah tersebut, maka setiap harinya penduduk Indonesia bertambah sebesar 9.027 jiwa. Dan setiap jam terjadi pertambahan penduduk sebanyak 377 jiwa. Bahkan setiap detik jumlah pertambahan penduduk masih tergolong tinggi yaitu sebanyak 1,04 (1-2 jiwa). Pertambahan penduduk di Indonesia umumnya (bahkan bisa dikatakan 99,9 persen) disebabkan oleh kelahiran, sisanya berupa migrasi masuk. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam 1 detik di Indonesia terjadi kelahiran bayi sebanyak 1-2 jiwa (http://www.bps.go.id).
2.      Migrasi Penduduk Indonesia
Jumlah penduduk yang merupakan migran seumur hidup terus meningkat dari waktu ke waktu. Hasil SP2010 mencatat 27.975.612 penduduk atau 11,8 persen penduduk merupakan migran masuk seumur hidup antar provinsi. Persentase migran seumur hidup di daerah perkotaan hampir tiga kali lipat migran seumur hidup di daerah perdesaan, masing-masing sebesar 17,2 dan 6,3 persen. Menurut gender, jumlah migran laki-laki lebih banyak daripada migran perempuan, 14.736.632 berbanding 13 238 980 orang. Seks rasio migran seumur hidup adalah 111,3. Data-data tersebut menunjang teori, bahwa migran lebih banyak di daerah perkotaan dan laki-laki lebih banyak yang melakukan perpindahan. Beberapa provinsi merupakan daerah tujuan migran, seperti: Kepulauan Riau, DKI Jakarta, dan Kalimantan Timur. Daerah-daerah ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi migran. Pada umumnya alasan utama pindah para migran ini adalah karena pekerjaan, mencari pekerjaan, atau sekolah(http://www.bps.go.id).
Jumlah penduduk yang merupakan migran risen terus meningkat dari waktu ke waktu. Hasil SP2010 mencatat 5.396.419 penduduk atau 2,5 persen penduduk merupakan migran masuk risen antar provinsi. Persentase migran risen di daerah perkotaan tiga kali lipat lebih besar migran risen di daerah perdesaan, masing-masing sebesar 3,8 dan 1,2 persen. Menurut gender, jumlah migran laki-laki lebih banyak daripada migran perempuan, 2.830.114 berbanding 2.566.305 orang. Seks rasio migran risen adalah 110,3. Data-data tersebut menunjang teori, bahwa migran lebih banyak di daerah perkotaan dan laki-laki lebih banyak yang melakukan perpindahan. Beberapa provinsi merupakan daerah tujuan migran, seperti: Kepulauan Riau, Papua Barat, dan DI Yogyakarta. Daerah-daerah ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi migran. Pada umumnya alasan utama pindah para migran ini adalah karena pekerjaan, mencari pekerjaan, atau sekolah(http://www.bps.go.id).










Penyebaran penduduk yang tidak merata  menyebabkan daerah tertentu menjadi padat seperti Jakarta, Bekasi, Bandung dan kota lain didukung beberapa faktor tertentu. Faktor yang mempengaruhi penyebaran penduduk tidak merata yaitu :
a.  Pulau Jawa adalah daerah yang sangat subur dan telah lama berkembang pertanian tradisional. Pada masa lalu, masyarakat masih mengembangkan pola ekonomi tradisional berupa pertanian.
b.      Lokasi Pulau Jawa yang sebagian besar wilayahnya mudah terjangkau menjadi salah satu penyebab persebaran penduduk di Pulau Jawa terus terjadi.
c.  Pulau Jawa juga merupakan pusat perkembangan politik pada masa pengaruh Hindu, Buddha, Islam, dan masa penjajahan.
d.      Pusat pemerintahan
e.       Sarana dan prasarana di Pulau Jawa cukup lengkap.
f.       Pulau Jawa merupakan pusat kegiatan ekonomi
g.      Pulau Jawa tanahnya paling subur dan reliefnya datar
h.      Pulau Jawa merupakan pusat pendidikan
Penyebaran penduduk yang tidak merata di Indonesia juga memiliki beberapa dampak yang serius bagi Indonesia. Dampak yang ditimbulkan dari penyebaran penduduk yang tidak merata di indonesia yaitu:
a.       Berkurangnya tenaga kerja produktif di daerah yang di tinggalkan (desa).
b.      Berkurangnya jumlah golongan berpendidikan di desa
c.       Terbentuknya daerah-daerah kumuh di kota 
d.      Berkurangnya tenaga penggarap lahan pertanian di desa
e.       Terjadi konflik antara penduduk asli dan penduduk pindahan
f.       Terjadi sengketa tanah dari kedua pihak
g.      Bisa saja tercampur budaya penduduk asli dengan penduduk pindahan
h.      Budaya penduduk pindahan menjadi hilang karena menganut budaya penduduk asli
3.      Struktur Penduduk Indonesia
Penduduk laki-laki Indonesia sebanyak 119 630 913 jiwa dan perempuan sebanyak 118 010 413 jiwa. Seks Rasio adalah 101, berarti terdapat 101 laki-laki untuk setiap 100 perempuan. Seks Rasio menurut provinsi, yang terendah adalah 94 di Provinsi NTB dan tertinggi adalah 113 di Provinsi Papua. Seks Rasio nasional pada kelompok umur 0-4 sebesar 106, umur 5 - 9 sebesar 106, kelompok umur lima tahunan dari 10 sampai 64 berkisar antara 93 sampai dengan 109, dan umur 65+ sebesar 81.
Median umur penduduk Indonesia tahun 2010 adalah 27,2 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa penduduk Indonesia termasuk kategori menengah (intermediate). Penduduk suatu wilayah dikategorikan penduduk muda bila median umur < 20, penduduk menengah jika median umur 20-30, dan penduduk tua jika median umur > 30 tahun. Rasio ketergantungan penduduk Indonesia adalah 51,31. Angka ini menunjukkan bahwa setiap 100 orang usia produktif (15-64 tahun) terdapat sekitar 51 orang usia tidak produkif (0-14 dan 65+), yang menunjukkan banyaknya beban tanggungan penduduk suatu wilayah. Rasio ketergantungan di daerah perkotaan adalah 46,59 sementara di daerah perdesaan 56,30. Perkiraan rata-rata umur kawin pertama penduduk laki-laki sebesar 25,7 tahun dan perempuan 22,3 tahun (perhitungan Singulate Mean Age at Marriage/SMAM).

4.      Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
Masa pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia dibagi menjadi empat menurut pengaruh yang terlihat. Masa tersebut ialah masa kebudayaan Hindu-Buddha, Islam, dan Barat.
a.       Kebudayaan Hindu-Buddha
Hubungan Indonesia dengan india telah terjalin sejak abad pertama masehi. Hubungan ini mula-mula terjadi di bidang perdagangan dan berkembang ke bidang agama dan kebudayaan. Orang-orang india membawa barang dagangan seperti wangi-wangian, tekstil, mutiara dan permata untuk di jual di Indonesia. Sementara dari Indonesia mereka membeli barang seperti kayu cendana, kayu gaharu, cengkeh dan lada. Sejalan dengan berkembangnya hubungan kedua Negara masuk pula agama dan kebudayaan India ke Indonesia seperti agama hindu, budha, bahasa sansekerta, huruf palawa dan nama-nama berakhiran warama. Masuknya pengaruh india ke Indonesia berjalan lancar dan berkembang dengan baik. Hal ini disebabkan adanya persamaan kebudaayaan antara india dengan Indonesia. Kebudayaan india dengan Indonesia tidak jauh berbeda corak dan ragamnya. Masuknya kebudayaan india ke Indonesia makin memperkaya khazanah budaaya Indonesia. Beberapa pengaruh yang dapat dirasakan pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan pada masa Hindu-Buddha, yaitu:
      -       Masuknya agama hindu-budha 
 -   Masuknya bahasa sansekerta dan huruf palawa
 -          Munculnya kerajaan-kerajaan bercorak hindu-budha
 -          Munculnya nama berakhiran warman
 -          Wilayah perdagangan makin luas dan ramai
 -          Perkembangan feodalisme makin cepat
 -          Kemajuan kebudayaan asli lebih cepat terutama bidang agama.
b.      Kebudayaan Islam
Masuknya Islam membawa perubahan di berbagai bidang di Indonesia. Wujud akulturasi kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Islam di antaranya tampak pada bidang berikut ini :
-        Bidang Politik
Sebelum Islam masuk Indonesia, sudah berkembang pemerintahan yang bercorak Hindu-Buddha. Tetapi, setelah masuknya Islam, kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu- Buddha mengalami keruntuhan dan digantikan peranannya oleh kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam, seperti Samudra Pasai, Demak, Malaka, dan lainnya. Sistem pemerintahan yang bercorak Islam, rajanya bergelar sultan atau sunan seperti halnya para wali. Jika rajanya meninggal, tidak dimakamkan di candi tetapi dimakamkan secara Islam.
-          Bidang Sosial
Kebudayaan Islam tidak menerapkan aturan kasta seperti kebudayaan Hindu. Pengaruh Islam yang berkembang pesat membuat mayoritas masyarakat Indonesia memeluk agama Islam. Hal ini menyebabkan aturan kasta mulai pudar di masyarakat. Nama-nama Arab seperti Muhammad, Abdullah, Umar, Ali, Musa, Ibrahim, Hasan, Hamzah, dan lainnya mulai digunakan. Kosakata bahasa Arab juga banyak digunakan, contohnya rahmat, berkah (barokah), rezeki (rizki), kitab, ibadah, sejarah (syajaratun), majelis (majlis), hikayat, mukadimah, dan masih banyak lagi.
-          Bidang Pendidikan
Pendidikan Islam berkembang di pesantren-pesanten Islam. Sebenarnya, pesantren telah berkembang sebelum Islam masuk ke Indonesia. Pesantren saat itu menjadi tempat pendidikan dan pengajaran agama Hindu. Setelah Islam masuk, mata pelajaran dan proses pendidikan pesantren berubah menjadi pendidikan Islam.
-          Bidang Sastra dan Bahasa
Persebaran bahasa Arab lebih cepat daripada persebaran bahasa Sanskerta karena dalam Islam tak ada pengkastaan. Semua orang dari raja hingga rakyat jelata dapat mempelajari bahasa Arab.
-          Bidang Arsitektur dan kesenian
Islam telah memperkenalkan tradisi baru dalam teknologi arsitektur seperti masjid dan istana. Ada perbedaan antara masjid-masjid yang dibangun pada awal masuknya Islam ke Indonesia dan masjid yang ada di Timur Tengah. Masjid di Indonesia tidak memiliki kubah di puncak bangunan. Kubah digantikan dengan atap tumpang atau atap bersusun. Jumlah atap tumpang itu selalu ganjil, tiga tingkat atau lima tingkat serupa dengan arsitektur Hindu. Contohnya, Masjid Demak dan Masjid Banten. Islam juga memperkenalkan seni kaligrafi. Kaligrafi adalah seni menulis aksara indah yang merupakan kata atau kalimat. Kaligrafi ada yang berwujud gambar binatang atau manusia (hanya bentuk siluetnya).
c.       Kebudayaan Barat
Kebudayaan barat adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara mamahami ilmu pengtahuan dan filsafat. Mereka melakukan berbagai macam cara diskusi dan debat untuk menemukan atau menentukan makna seperti apa yang sebenarnya murni /asli dari kesadaran. Mereka banyak belajar dan juga mengajar yang awalnya datang dari proses diskusi dan perdebatan yang mereka lakukan. Melalui proses belajar dan mengajar, para ahli kebudayaan barat dituntut untuk pandai dalam berceramah dan berdiskusi. Hal itu dilakukan karena pada akhirnya akan banyak yang mengikuti   ajarannya. Kebudayaan barat tidak bisa langsung diartikan kebudayaan yang datang dari barat. Kebudayaan barat yang di tulis sebagai western culture telah diakui oleh negara belahan dunia manapun sebagai kultur yang berada di Eropa barat bukan Amerika, bukan Australia, dan bukan negara Eropa Timur atau Selatan. Namun seiring perkembangan, terjadilah pembatas yang membatasi budaya barat dan timur. Istilah budaya barat dan budaya timur mungkin disebabkan karena perbedaan ras, agama, persamaan kebudayaan di beberapa belahan negara.
Budaya barat memiliki 3 ciri-ciri, yaitu:
-          Penghargaan terhadap martabat manusia
-          Kebebasan
-          Penciptaan dan pemamfaatan teknologi

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk (dibuka pada hari kamis tanggal 24 September 2015 jam 18.40 WIB)

http://dilihatya.com/876/pengertian-penduduk-menurut-para-ahli  (dibuka pada hari kamis tanggal 24 September 2015 jam 18.48 WIB)

https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat (dibuka pada hari kamis tanggal 24 September 2015 jam 18.19 WIB)

http://www.artikelsiana.com/2015/06/para-ahli-pengertian-masyarakat-definisi.html#_ (dibuka pada hari kamis tanggal 24 September 2015 jam 19.21 WIB)

https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya  (dibuka pada hari kamis tanggal 24 September 2015 jam 19.29 WIB)

http://www.seputarpengetahuan.com/2015/03/pengertian-budaya-menurut-para-ahli.html  (dibuka pada hari kamis tanggal 24 September 2015 jam 19.34 WIB)

https://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_penduduk (dibuka pada hari kamis tanggal 24 September 2015 jam 19.51 WIB)


http://kbbi.web.id/ untuk kata kunci: Kelahiran, Pernikahan dan Kematian (dibuka pada hari kamis tanggal 24 September 2015 jam 20.39 WIB)

 http://pengantarilmu-mujahid.blogspot.com/2011/12/macam-macam-migrasi.html   (dibuka pada hari kamis tanggal 24 September 2015 jam 21.28 WIB)

http://khantydwi.blogspot.co.id/2012/10/struktur-penduduk.html (dibuka pada hari kamis tanggal 24 September 2015 jam 22.16 WIB)

http://indrango.blogspot.co.id/2014/10/masalah-kependudukan-yang-terjadi-di.html  (dibuka pada hari jumat tanggal 25 September 2015 jam 15.44 WIB)

http://firdamaryana.blogspot.co.id/2012/10/angka-kelahiran-dan-kematian.html (dibuka pada hari jumat tanggal 25 September 2015 jam 16.02 WIB)

http://www.bps.go.id/ (dibuka pada hari jumat tanggal 25 September 2015 jam 16.21 WIB)

https://mataram351.wordpress.com/agama-dan-kebudayaan-hindu-budha/ (dibuka pada hari jumat tanggal 25 September 2015 jam 16.55 WIB)


http://rpp-smp.blogspot.co.id/2014/09/kehidupan-masyarakat-indonesia-masa.html (dibuka pada hari jumat tanggal 25 September 2015 jam 17.20 WIB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar