Skala Pengukuran
Skala pengukuran merupakan
kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya
interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan
dalam penelitian akan menghasilkan data kuantitatif. Sebagai contoh, misalnya
timbangan emas sebagi instrumen untuk mengukur berat emas, disebut dengan skala
mligram (mg) dan kan menghasilkan data kuantitatif berat emas dalam satuan mg
bila digunakan untuk mengukur; meteran dibuat untuk mengukur panjang dibuat
dengan skala mm, dan akam menghasilkan data kuantitatif panjang dengan satuan
mm.
Dengan skala pengukuran ini, maka variabel yang akan diukur dengan instrumen tertentu dapat dinyatakan dalam bentuk angka, sehingga akan lebih akurat, efisien dan komunikatif. Misalnya berat emas 20 gram, berat besi 200 kg, suhu badan orang yang sehat 370, EQ seorang 210.
Dengan skala pengukuran ini, maka variabel yang akan diukur dengan instrumen tertentu dapat dinyatakan dalam bentuk angka, sehingga akan lebih akurat, efisien dan komunikatif. Misalnya berat emas 20 gram, berat besi 200 kg, suhu badan orang yang sehat 370, EQ seorang 210.
Skala Pengukuran : merupakan kesepakatan yang
digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada
dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran
akan menghasilkan data kuantitatif.
·
Pengukuran adalah penetapan atau pemberian
angka terhadap objek atau fenomena menurut aturan tertentu (Stevens, 1951).
Angka merupakan arti kuantitatif dari pengukuran, dapat
memberikan indikator tertentu kepada sifat objek yang diteliti.Contohnya adalah
jika indikator nilai mata kuliah B diberikan untuk mahasiswa yang mendapat
nilai 60 – 75, dan A untuk mahasiswa yang berhasil mendapatkan nilai > 75.
·
Pengukuran terkait
dengan aturan yang dapat didefinisikan, misalnya kita katakan aturan yang
terdapat dalam skala likert yang memberikan nilai 1 hingga 4 dengan kategori
tidak setuju – kurang setuju – ragu-ragu – setuju. Aturan ini dapat
diterjemahkan menjadi; jika objek setuju, berikan angka 4, dan jika tidak
setuju berikan angka 1, serta jika ragu-ragu berikan angka 3.
Secara umum ada empat jenis ukuran atau yang biasa
disebut skala dalam statistik antara lain:
1. Ukuran Nominal : dimana
angka hanya sebagai label, tidak menunjukkan apa-apa.
2. Ukuran Ordinal : dimana
angka yang diberikan mengandung pengertian tingkatan. Misalnya dalam pengurutan
objek dari yang tertinggi ke terendah atau sebaliknya.
3. Ukuran Interval : dimana
tiap tingkatan diberikan satu sifat yang lain. Misalkan selisih nilai antar
mahasiswa A dan mahasiswa B yaitu 8 dan 6, maka intervalnya adalah 8-6=2.
4. Ukuran Rasio : rasio
memiliki sifat pembanding. Kita dapat mengatakan bahwa umur anak A adalah 5
kali daripada umur anak B, hal tersebut berarti bahwa rasio anak A : B adalah 5
: 1.
• Macam-macam Skala Pengukuran :
• Macam-macam Skala Pengukuran :
1. Skala Nominal : adalah skala pengukuran yang
menyatakan kategori atau kelompok dari suatu subyek. Contoh jenis kelamin
responden. Laki-laki = 1 ; Wanita = 2
2. Skala Ordinal : adalah skala pengukuran yang
meyatakan kategori sekaligus melakukan rangking terhadap kategori. Contoh :
kita ingin mengukur preferensi responden terhadap empat merek produk air
mineral.
Merek Air
Mineral
Rangking
Aquana 1
Aquaria 2
Aquasan 3
Aquasi 4
Aquana 1
Aquaria 2
Aquasan 3
Aquasi 4
3. Skala Interval :merupakan skala
pengukuran yang banyak digunakan untuk mengukur fenomena/gejala sosial, dimana
pihak responden diminta melakukan rangking terhadap preferensi tertentu
sekaligus memberikan nilai (rate) terhadap preferensi tersebut. Jenis skala
yang dapat digunakan untuk penelitian sosial,yaitu : Ada beberapa macam teknik
skala yang bisa digunakan dalam penelitian. Antara lain adalah: Skala Linkert,
Skala Guttmann, Skala Bogardus, Skala Thurstone, Skala Semantic, Skala Stipel,
Skala Paired-Comparison, Skala rank-Order. Kedelapan maca teknik skala tersebut
bila digunakan dalam pengukuran, akan mendapatkan data interval, atau rasio.
Hal ini tergantung pada bidang yang akan diukur.
4. Skala Linkert : digunakan untuk
mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang
fenomena sosial. Contoh :.
Preferensi
Preferensi
Preferensi
1.Sangat Setuju 1.Setuju 1. Sangat Positif
2.Setuju 2.Sering 2. Positif
3.Ragu-ragu 3.Kadang-kadang 3. Netral
4.Tidak Setuju 4.Hampir tdk pernah 4. Negatif
5.Sangat Tdk Setuju 5.Tidak Pernah 5.Sangat
1.Sangat Setuju 1.Setuju 1. Sangat Positif
2.Setuju 2.Sering 2. Positif
3.Ragu-ragu 3.Kadang-kadang 3. Netral
4.Tidak Setuju 4.Hampir tdk pernah 4. Negatif
5.Sangat Tdk Setuju 5.Tidak Pernah 5.Sangat
negatif
Untuk keperluan analisis kuantitatif,
maka jawaban tersebut diberi nilai skor, Misalnya : sangat setuju/setuju/sangat
positif diberi skor 5, selanjutnya setuju/sering/positif diberi skor 4 dan
seterusnya.
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian.Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan, baik bersifat favorable (positif) bersifat bersifat unfavorable (negatif). Jawaban setiap item instrumen yang mengunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang berupa kata-kata antara lain:
a. Sangat Setuju, b. Setuju, c. Ragu-ragu, d. Tidak Setuju, e. Sangat Tidak Setuju.
a. Sangat Baik, b. Baik, c. Ragu-ragu, d. Tidak Baik, e. Sangat Tidak Baik.
Sistem penilaian dalam skala Likert adalah sebagai berikut:
Item Favorable: sangat setuju/baik (5), setuju/baik (4), ragu-ragu (3), tidak setuju/baik (2), sangat tidak setuju/baik (1)
Item Unfavorable: sangat setuju/ baik (1), setuju/ baik (2), ragu-ragu (3), tidak setuju/ baik (4), sangat tidak setuju/ baik (5).
Insrtumen penelitian yang menggunakan skala Likert dapat dibuat dalam bentuk checklist ataupun pilihan ganda.
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian.Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan, baik bersifat favorable (positif) bersifat bersifat unfavorable (negatif). Jawaban setiap item instrumen yang mengunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang berupa kata-kata antara lain:
a. Sangat Setuju, b. Setuju, c. Ragu-ragu, d. Tidak Setuju, e. Sangat Tidak Setuju.
a. Sangat Baik, b. Baik, c. Ragu-ragu, d. Tidak Baik, e. Sangat Tidak Baik.
Sistem penilaian dalam skala Likert adalah sebagai berikut:
Item Favorable: sangat setuju/baik (5), setuju/baik (4), ragu-ragu (3), tidak setuju/baik (2), sangat tidak setuju/baik (1)
Item Unfavorable: sangat setuju/ baik (1), setuju/ baik (2), ragu-ragu (3), tidak setuju/ baik (4), sangat tidak setuju/ baik (5).
Insrtumen penelitian yang menggunakan skala Likert dapat dibuat dalam bentuk checklist ataupun pilihan ganda.
Instrumen penelitian
Instrumen adalah suatu alat yang memenuhi persyaratan akademis shg dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur suatu obyek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel penelitian.Instrumen Penelitian : adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati.
Instrumen adalah suatu alat yang memenuhi persyaratan akademis shg dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur suatu obyek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel penelitian.Instrumen Penelitian : adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati.
·
Instrumen yang digunakan untuk
mengukur fenomena alam misalnya : panasèCalorimeter; suhu è termometer; panjang
èmistar (meteran) dan sebagainya. Instrumen-instrumen tersebut mudah didapat
dan telah teruji validitas dan reliabilitasnya
·
Instrumen yang digunakan untuk
mengukur fenomena sosial umumnya dan bidang ekonomi dan bisnis khususnya yang
sudah baku sulit ditemukan. Untuk itu peneliti harus mampu membuat instrumen
yang akan digunakan dalam penelitian. Misalnya bentuk instrumen : 1)Checklist
2)Pilihan Ganda 3) Rating Scale
·
Bentuk instrumen yang dipilih
antara lain tergantung pada metode pengumpulan data yang akan digunakan seperti
: angket (kuesioner), observasi dan wawancara (interview).
Ciri Instrumen yang Baik :
1. validitas. Valid (shahih)
2. reliabilitasà2. Reliabel (ajeg)
3. Sensitif
4. Obyektifitas tinggi
5. Fisibilitas baik
1. validitas. Valid (shahih)
2. reliabilitasà2. Reliabel (ajeg)
3. Sensitif
4. Obyektifitas tinggi
5. Fisibilitas baik
Validitas dan reliabilitas instrumen
Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.
• Jenis Validitas :
1. Validitas Isi (Content Validity) :
instrumen yang berbentuk test yang sering digunakan untuk mengukur prestasi
belajar (achievement) dan mengukurefektivitas pelaksanaan program dan tujuan.
2. Validitas Konstruk (Construct
Validity) :Jika instrumen dapat digunakan untuk mengukur gejala sesuai dengan
yang didefinisikan sesuai dengan teori-teori yang relevan.
3. Validitas yang berkaitan dengan
kriteria (Criterion-related Validity) : Terjadi ketika sebuah instrumen
membedakan individual pada kriteria yang akan diperkirakan.
Reliabilitas
: menunjukkan konsistensi dan stabilitas dari suatu skor (skala pengukuran).
Realibilitas berbeda dengan Validitas, karena Reliabilitas memusatkan perhatian
pada masalah konsistensi sedangkan Validitas lebih memperhatikan ketepatan.
·
Stabilitas Ukuran : menunjukkan
kemampuan sebuah ukuran (instrumen) untuk tetap stabil.
·
Reliabilitas Instrumen dapat diuji
dengan : 1) Test-retest Reliability; 2)Equivalent / Paralel-form Reliability 3)
Internal Consistency Reliability).
·
Test-retest Reliability : dengan
cara mencobakan instrumen beberapa kali pada responden.
·
Equivalent/Paralel-form Reliability
:adalah pertanyaan dalam bentuk kalimat yang berbeda tapi maksudnya sama.
·
Internal Consistency Reliability
:diuji dengan menganalisis yang ada pada instrumen dengan teknik tertentu.
Daftar
Pustaka:
Nazir, M. 2003. Metode Penelitian. Ghalia
Indonesia: Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar