Senin, 15 Juni 2015

Tugas PKN: Rangkuman PKN 4 Bulanan (Bab 2)

BAB II
WAWASAN NUSANTARA


A.    LATAR BELAKANG dan PENGERTIAN
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dibutuhkan perekat agar bangsa yang bersangkutan dapat bersatu guna memelihara keutuhan negaranya. Suatu bangsa dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungannya. Upaya pemerintah dan rakyat menyelenggarakan kehidupannya, memerlukan suatu konsepsi yang berupa wawasan nasional untuk menjamin kelangsungan hidup, keutuhan wilayah serta jati diri.
Kehidupan negara senantiasa dipengaruhi perkembangan lingkungannya. Sehingga wawasan harus mampu memberi ispirasi untuk menghadapi hambatan dan tantangan yang ditimbulkan dalam mengejar kejayaan. Ada tiga faktor penentu utama yang harus diperhatikan oleh suatu bangsa:
1.      Bumi
2.      Jiwa
3.      Lingkungan
B.     LANDASAN WAWASAN NASIONAL
1.      Paham-paham kekuasaan
a.       Machiavelli(abad XVII)
-          Menghalalkan segala cara.
-          Politik adu domba adalah sah
-          Yang kuat adalah yang berkuasa
b.      Napoleon Bonaparte(abad XVIII)
-          Mengerahkan segala daya upaya dan kekuatan nasional.
-          Kekuatan politik harus didampingi kekuatan logistik dan ekonomi.
-          Mempertahankan keamanan dalam menduduki dan menjajah negara lain
c.       Jendral Clausewitz(abad XVIII)
-          Perang merupakan kelanjutan dari politik.
-          Perang adalah sah untuk mencapai tujuan nasional.
d.      Fueback dan Hegel(abad XVII)
-          Adanya perdagangan bebas.
-          Keberhasilan ekonomi suatu negara dinilai dari surplus ekonominya.
-          Emas adalah penentu kesejahteraan negara.
e.       Lenin (abad XIX)
-          Perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan.
-          Pertumpahan darah/ revolusi adalah sah.
-          Ambisi dalam mengomuniskan bangsa di dunia.
f.       Lucian W.Pye dan Sidney
-          Sistem politik berhubungan dengan kebudayaan politik.
-          Budaya politik merupakan pandagan baku untuk melihat sejarah.
-          Eksitensi kebudayaan politik dapat dilihat dari kondisi objekyif, subjektif maupun psikologis kepribadian bangsa.
2.      Teori-teori geopolitik(ilmu bumi politik)
Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala politik dari aspek geografi. Apabila ruang negara(wilayah) sudah tidak mencukupi maka dapat diperluas dengan mengubah batas negara baik secara damai maupun dengan kekerasan/perang, yang akan menimbulkan dua aliran yaitu:
-          Menitik beratkan kekuatan darat.
-          Menitik beratkan kekuatan laut.
C.    WAWASAN NASIONAL INDONESIA
Wawasan nasional indonesia dikembangkan berdasarkan wawasan nasional secara universal dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik.
a.       Paham kekuasaan Indonesia.
Wawasan nasional bangsa indonesia tidak mengembangkan ajaran kekuasaan dan adu domba kekuatan karena hal tersebut mengandung persengketaan dan ekspansionisme.
b.      Indonesia menganut paham negara kepulauan berdasarkan ARCHIPELAGO CONCEPT yaitu lau sebagai penghubung daratan.
c.       Dasar pemikiran wawasan nasional Indonesia
Pembahasan latar belakang filosogi sebagai dasr pemikiran dan pembinaan nasional ditinjau dari:
1.      Pemikiran bedasarkan falsafah Pancasila
Wawasan nasional merupakan pancaran dari Pancasila oleh karena itu menghendaki terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa yang berpegang pada kebhinekaan.
2.      Pemikiran berdasarkan aspek kewilayahan
Dalam kehidupan bernegara, geografi merupakan suatu fenomena yang mutlak diperhatikan dan diperhitungkan baik fungsi meupun pengaruhnya terhadap sikap dan tata laku negara yang bersangkutan. Deklarasi Djuanda yang isinya:
a.       Segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk negara indonesia dengan tidak memandang luas/ lebarnya adalah bagian-bagian yang wajar sebagai wilayah darata Indonesia.
b.      Lalu lintas yang damai di perairan pedalaman bagi kapal-kapal asing dijamin selama dan sekadar tidak bertentangan/menganggu kedaulatan dan keselamatan negara indonesia.
c.       Batas laut teritorial adalah 12 mil diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik yang terluar pada pulau-pulau negara Indonesia.
Sebagai negara negara kepulauan yang wilayah perairan lautnya lebih luas dari pada wilayah daratannya maka peranan wilayah laut menjadi sangat penting bagi kehidupan bangsa dan negara. Wilayah perairan laut Indonesia dapat dibedakan tiga macam, yaitu:
a.       Zona laut teritorial
Batas laut teritorial ialah garis khayal yang berjarak 12 mil laut dari garis dasar ke arah laut lepas.
b.      Zona landas kontinen
Landas kontinen ialah dasar laut yang secara geologis maupun morfologi merupakan lanjutan dari sebuah kontinen(benua). Kedalaman lautnya kurang dari 150 meter. Diukur dari garis dasar, yaitu paling jauh 200 mil laut.
c.       Zona ekonomi eksklusif
Zona ekonomi eksklusif adalah jalur laut selebar 200 mil laut ke arah laut terbuka diukur dari garis dasar.
3.      Pemikiran berdasarkan Aspek Sosial Budaya
Budaya/kebudayaan secara etimologis adalah sesuatu yang dihasilkan oleh kekuatan budi manusia. Sosial budaya adalah faktor dinamik masyarakat yang terbentuk oleh keseluruhan pola tingkah laku lahir batin. Secara universal kebudayaan masyarakat yang heterogen mempunya unsur-unsur yang sama:
-          Sistem religi dan upacara keagamaan sistem masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.
-          Sistrem pengetahuan
-          Bahasa
-          Keserasian
-          Sistem mata pencaharian
-          Sistem teknologi dan peralatan
Masyarakat Indonesia sangat heterogen dan unik sehingga mengandung potensi konflik yang sangat besar. Besarnya potensi antar golongan di masyrakat yang setiap saat membuka peluang terjadinya disintegrasi bangsa semakin mendorong perlunya dilakukan proses sosial yang akomodatif.
Proses sosial dalam upaya menjaga persatuan nasional sangat membutuhkan kesamaan persepsi atau kesatuan cara pandang diantara segenap masyarakat tentang eksitensi budaya yang sangat beragam untuk membina kehidupan bersama secara harmonis.
4.      Pemikiran bedasarkan aspek kesejarahan
Perjuangan suatu bangsa dalam meraih cita-cita pada umunya tumbuh dan berkembang akibat latar belakang sejarah. Penjajahan di samping menimbulkan penderitaan juga menumbuhkan semangat untuk merdeka yang merupakan awal semangat kebangsaan yang diwadahi oleh Boedi Oetomo dan Sumpah Pemuda. Wawasan nasional Indonesia diwarnai oleh pengalaman sejarah yang menginginkan tidak terulangnya lagi perpecahan dalam lingkungan bangsa.
D.    Pengertian Wawasan Nusantara
Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenal diri dan lingkungannya yang seba beragam dan bernilai strategis dangan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional..
E.     Unsur Dasar Wawasan Nusantara
1.      Wadah (contour)
Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayak Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya.
2.      Isi (content)
Adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyrakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945.
3.      Tata laku (conduct)
Hasil interaksi antara wadah dan isi wasanta yang terdir dari:
-          Tata laku batiniah (jiwa, semangat, mentalitas)
-          Tata laku lahiriah (tindakan, perbuatan dan perilaku)
F.     Hakekat Wawasan Nusantara
Adalah keutuhan nusantara/nasional, dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional.
G.    Asas Wawasan Nusantara
Merupakan ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara dan diciptakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya komponen/unsur pembentuk bangsa indonesia. Asas wasantara terdiri dari:
1.      Kepentingan/tujuan yang sama
2.      Keadilan
3.      Kejujuran
4.      Solidaritas
5.      Kerjasama
6.      Kesetiaan terhadap kesepakatan
Arah pandang wawasan nusantara meliputi:
1.      Ke dalam
Tujuannya adalah menjamin terwujudnya persatuab segenap aspek kehidupan nasional baik aspek alamiah maupun aspek sosial.
2.      Ke luar
Tujnnya adalah menjamin kepentingan nasional dalam dunia yang serba berunah dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.
H.    Kedudukan Wawasan Nusantara
Wawasan nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari hirarki paradigma nasiolan sebagai berikut:
Fungsi wawasan nusantara adalah sebagai pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksaan. Tujuan wawasan nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala vbidang dari rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan pribadi.
I.       Implementasi Wawasan Nusantara
a.       Implementasi dalam kehidupan politik untuk menciptakan penyelengaraan negara yang sehat dan dinamis.
b.      Implementasi dalam kehidupan ekonomi untuk menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin peemunuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil.
c.       Implementasi dalam kehidupan sosial budaya, adalah menciptakan sikap baniah dan lahiriah yang mengakui dan menghormati segala bentuk perbedaan.
d.      Implementasi dalam kehidupan pertahanan keamanan untuk menumbuhkan sikap kesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap bela negara pada setiap WNI.
Sosialisasi wawasan nusantara
1.      Menurut cara penyampaian
a.       Langsung (ceramah, diskusi, tatap muka)
b.      Tidak langsung (media massa)
2.      Menurut metode penyampaian:
a.       Ketauladanan
b.      Edukasi
c.       Komunikasi
d.      Integrasi
Tantangan implementasi wasantara:
1.      Perbedaan Masyarakat
Kondisi nasional (pembangunan) yang tidak merata mengakibatkan keterbelakangan dan ini merupakan ancaman bagi integritas.
2.      Dunua Tanpa Batas
a.       Perkembangan IPTEK
b.      Globalisasi.
3.      Era Baru Kapitalisme
a.       Sloan dan Zureker
Di era baru kapitalisme, sistem ekonomi untuk mendapatkan keuntungan dengan melakukan aktivitas-aktivitas secara luas dan mencakup semua aspek kehidupan masyarakat sehingga diperlkan strategi baru yaitu adanya keseimbangan.
b.      Lester Thurow
Di era baru kapitalisme, negara-negara kapitalis dalam rangka mempertahankan eksitensinya di bidang ekonomi menekan negara-negara berkembang dengan menggunakan isu-isu global yaitu demokrasi, hak asasi manusi, dan lingkungan hidup.
4.      Kesadaran Warga Negara
a.       Pandangan Indonesia tentang Hak dan Kewajiban.
b.      Kesadaran bela negara.
Prospek Implementasi Wawasan Nusantara
            Wawasan nusantara sebagai cara pandang bangsa indonesia dan sebagai visi nasional yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa masih tetap valid baik sekarang mauopun mendatang, sehingga prospek wawasan nusantara dalam era mendatang masih tetap relevan dengan norma-norma global.
Keberhasilan Implementasi Wasantara
Diperlukan kesadaran WNI untuk:
1.      Mengerti, memahami, menghayati tentang hak dan kewajiban warga negara serta hubungan warga negara dengan negara, sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia.
2.      Mengerti, memahami, menghayati tentang bangsa yang telah menegara, bahwa dalam menyelenggarakan kehidupan memerlukan konsepsi wawasan nusantara sehingga sadar sebagai warga negara yang memiliki cara pandang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar