Kamis, 21 September 2017

ETIKA PROFESI: MATERI 1

PENGERTIAN ETIKA


A.                Menjelaskan Mengenai Etika Menurut Para Ahli
            Etik berasal dari bahasa yunani ethos, yang berarti tempat tinggal biasa, padang rumput, kandang: adat, perasaan, sikap, cara berpikir. Etika (dalam bahasa yunani disebut ethikos, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah sebuah cabang filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. (Mariana, 2013).
            Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang kurang tepat dalam kehidupan bermasyrakat. Berikut adalah pengertian etika menurut beberapa ahli (Febriyanti, 2015):
1.    Drs. Sidi Gajalba, dalam bukunya “Sistematika Filsafat”: Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusiadipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
2.    Drs. H. Burhanudin Salam: Etika adalah cabang filsafat yang berbicara tentang nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.
3.    Drs. O.P. Simorangkir: Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
Menurut Martin (1993), etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepenringan kelompok sosial (profesi) itu sendiri (Isnanto, 2009).

Daftar Pustaka:
Febriyanti, Ririn. 2015. Makalah Etika dan Profesional. Kepulauan Riau: Universitas Kepulauan Riau. Diunduh pada https://www.slideshare.net/Rha_Princess/makalah-etika-dan-profesional (Tanggal 21 September 2017, Pukul 15. 35 WIB).
Isnanto, R. Rizal.  2009. Buku Ajar Etika Profesi. Semarang: Universitas Diponegoro. Diunduh pada http://eprints.undip.ac.id/4907/1/Etika_Profesi.pdf (Tanggal 21 September 2017, Pukul 15.38 WIB).
Mariana, Erna. 2013. Makalah Etika. Kalimantan Timur: Universitas Balik Papan. Diunduh pada https://www.slideshare.net/312174/makalah-etika-15979629 (Tanggal 21 September 2017, Pukul 15.30 WIB).

Soal + Jawaban
1.      Etika merupakan salah satu cabang ilmu?
a.       Sastra
b.      Filsafat
c.       Teologi
d.      Murni

2.      Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk sejauh yang dapat ditentukan oleh akal, merupakan pengertian etika menurut?
a.       Drs. H. Baharudin Salam
b.      Drs. O. P. Simorangkir
c.       Drs. Sidi Gajalba
d.      Martin

3.      Etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya. Merupakan definisi etika sebagai?
a.      the discpline which can act as the performance index or reference for our control system
b.      A unique, definite, and essential service
c.       An emphasis upon intellectual technique in performing its service
d.      A broad range of autonomy for both the individual practitioners and the occupational group as a whole.

4.      Etika secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Merupakan pengertian etika sebagai?
a.       Analogi
b.      Bahasa
c.       Code
d.      Dampak

5.      karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepenringan kelompok sosial (profesi) itu sendiri. Merupakan pengertian sebagai?
a.      Self control
b.      Self defence
c.       Self attention
d.      Self judging


B.                Menjelaskan Mengenai Profresi Menurut Para Ahli
Secara etimologi profesi dari kata profession yang berarti pekerjaan. Professional artinya orang yang ahli atau tenaga ahli. Professionalism artinya sifat professional. (John M. Echols & Hassan Shadily, 1990).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah profesionalisasi ditemukan sebagai berikut: Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian meliputi keterampilan, kejuruan dan sebagainya (Depdiknas, 2005).
Sudarwan Danim merujuk pendapat Howard M. Vollmer dan Donald L. Mills berpendapat bahwa profesi adalah suatu pekerjaan yang menuntut kemampuan intelektual khusus yang diperoleh melalui kegiatan belajar dan pelatihan yang bertujuan untuk menguasai ketrampilan atau keahlian dalam melayani atau memberikan advis pada orang lain dengan memperoleh upah atau gaji dalam jumlah tertentu. (Danim, 2010)
Menurut DE GEORGE, timbul kebingungan mengenai pengertian profesi itu sendiri, sehubungan dengan istilah profesi dan profesional. Kebingungan ini timbul karena banyak orang yang profesional tidak atau belum tentu termasuk dalam pengertian profesi. Berikut pengertian profesi dan profesional menurut DE GEORGE (Isnanto, 2009) :
PROFESI, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
PROFESIONAL, adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang.
Terdapat beberapa poin perbedaan antara profrsi dan profesional. Perbedaan profesi dan profesional adalah sebagai berikut (Isnanto, 2009) :
PROFESI :
- Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
- Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).
- Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
- Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.
PROFESIONAL :
- Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.
- Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu.
- Hidup dari situ.
- Bangga akan pekerjaannya.

DAFTAR PUSTAKA:
Danim, Sudarwan. 2010. Pengantar Kependidikan. Bandung : Alfabeta
Depdiknas. 2005. Panduan Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta: Direktorat PPTK dan KPT Dirjen Dikti.
Echols, John M. dan Hassan Shadily. 2005. Kamus Inggris Indonesia : An English – Indonesian Dictionary. Jakarta: PT Gramedia.
Isnanto, R. Rizal.  2009. Buku Ajar Etika Profesi. Semarang: Universitas Diponegoro. Diunduh pada http://eprints.undip.ac.id/4907/1/Etika_Profesi.pdf (Tanggal 21 September 2017, Pukul 16.50 WIB).

Soal + Jawaban:
1.      profesi adalah suatu pekerjaan yang menuntut kemampuan intelektual khusus yang diperoleh melalui kegiatan belajar dan pelatihan yang bertujuan untuk menguasai ketrampilan atau keahlian dalam melayani atau memberikan advis pada orang lain dengan memperoleh upah atau gaji dalam jumlah tertentu
a.       De George
b.      Burharudin
c.       Danim
d.      Erwin

2.      Jelaskan pengertian Profesi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI)?
a. Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian meliputi keterampilan, kejuruan dan sebagainya.
b. Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pengalaman meliputi pengetahuan, kejujuran dan sebagainya.
c. Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan moral meliputi iman, ketekunan dan sebagainya.
d. Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan kesenian meliputi artistik, musik dan sebagainya.

3.     Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Merupakan pengertian profesi menurut?
             a.      De George
             b.      Burharudin
             c.       Danim
             d.      Erwin

4.    Profesional adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Merupakan pengertian profesional menurut?
             a.      De George
             b.      Burharudin
             c.       Danim
             d.      Erwin

5.      Berikut ini merupakan ciri khas profesi, kecuali?
a.       Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
b.      Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).
c.       Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
d.      Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.


C.                Menjelaskan Ciri Khas Profesi
            Menurut Ahmad Tafsir terdapat 10 kriteria/syarat untuk sebuah pekerjaan yang bisa disebut profesi, yaitu (Tafsir, 1992):
1. Profesi harus memiliki suatu keahlian yang khusus.
2. Profesi harus diambil sebagai pemenuhan panggilan hidup.
3. Profesi memiliki teori-teori yang baku secara universal.
4. Profesi adalah diperuntukkan bagi masyarakat.
5. Profesi harus dilengkapi dengan kecakapan diagnostic dan kompetensi aplikatif.
6. Pemegang profesi memegang otonomi dalam melakukan profesinya.
7. Profesi memiliki kode etik.
8. Profesi miliki klien yang jelas.
9. Profesi memiliki organisasi profesi.
10. Profesi mengenali hubungan profesinya dengan bidang-bidang lain.
Lieberman (1956), mengemukakan bahwa karakteristik semua jenis profesi kalau dicermati secara seksama ternyata terdapat titik-titik persamaannya. Di antara pokok-pokok persamaannya itu ialah sebagai berikut.
1.        A unique, definite, and essential service
Profesi itu merupakan suatu jenis pelayanan atau pekerjaan yang unik (khas), dalam arti berbeda dari jenis pekerjaan atau pelayanan apapun yang lainnya. Di samping itu, profesi juga bersifat definitif dalam arti jelas batas-batas kawasan cakupan bidang garapannya (meskipun mungkin sampai batas dan derajat tertentu ada kontigensinya dengan bidang lainnya). Selanjutnya, profesi juga merupakan suatu pekerjaan atau pelayanan yang amat penting, dalam arti hal itu amat dibutuhkan oleh pihak penerima jasanya sementara pihaknya sendiri tidak memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk melakukannya sendiri.
2.        An emphasis upon intellectual technique in performing its service
Pelayanan itu amat menuntut kemampuan kinerja intelektual, yang berlainan dengan keterampilan atau pekerjaan manual semata-mata.
3.        A long period of specialized training
Untuk memperoleh penguasaan dan kemampuan intelektual (wawasan atau visi dan kemampuan atau kompetensi serta kemahiran atau skills) serta sikap profesional tersebut di atas, seseorang akan memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencapai kualifikasi keprofesian sempurna lazimnya -tidak kurang dari lima tahun lamanya; ditambah dengan pengalaman praktek terbimbing hingga tercapainya suatu tingkat kemandirian secara penuh dalam menjalankan profesinya.
4.        A broad range of autonomy for both the individual practitioners and the occupational group as a whole.
Kinerja pelayanan itu demikian cermat secara teknis sehingga kelompok (asosiasi) profesi yang bersangkutan sudah memberikan jaminan bahwa anggotanya dipandang mampu untuk melakukannya sendiri tugas pelayanan tersebut.
5.        An acceptance by the practitioners of broad personal responsibility for judgments made and acts performed within the scope of professional autonomy.
Konsekuensi dari otonomi yang dilimpahkan kepada seorang tenaga praktisi profesional itu, maka berarti pula ia memikul tanggung jawab pribadinya harus secara penuh.
6.        An emphasis upon the service to be rendered, rather than the economic gain to the practitioners, as the basis for the organization and performance of the social service delegated to the occupational group.
Mengingat pelayanan profesional itu merupakan hal yang amat esensial (dipandang dari pihak masyarakat yang memerlukannya) maka hendaknya kinerja pelayanan tersebut lebih mengutamakan kepentingan pelayanan pemenuhan kebutuhan tersebut, ketimbang untuk kepentingan perolehan imbalan ekonomis yang akan diterimanya.
7.        A comprehensive self-gouverning organization of practitioners
Mengingat pelayanan itu sangat teknis sifatnya, maka masyarakat menyadari bahwa pelayanan semacam itu hanya mungkin dilakukan penanganannya oleh mereka yang kompeten saja.
8.        A code of ethics which has been clarified and interpreted at ambiguous and doubtful points by concrete cases
Otonomi yang dinikmati dan dimiliki oleh organisasi profesi dengan para anggotanya seyogianya disertai kesadaran dan i’tikad yang tulus baik pada organisasi maupun pada individual anggotanya untuk memonitor prilakunya sendiri.
Berdasarkan keterangan tersebut di atas itu maka pada intinya bahwa sesuatu pekerjaan itu dapat dipandang sebagai suatu profesi apabila minimal telah memadai hal-hal sebagai berikut (Isnanto, 2009):
1.        Memiliki cakupan ranah kawasan pekerjaan atau pelayanan khas, definitif dan sangat penting dan dibutuhkan masyarakat.
2.        Para pengemban tugas pekerjaan atau pelayanan tersebut telah memiliki wawasan, pemahaman dan penguasaan pengetahuan serta perangkat teoritis yang relevan secara luas dan mendalam
3.        Memiliki sistem pendidikan yang mantap dan mapan berdasarkan ketentuan persyaratan standarnya
4.        Memiliki perangkat kode etik profesional yang telah disepakati dan selalu dipatuhi serta dipedomani para anggota pengemban tugas pekerjaan atau pelayanan profesional yang bersangkutan.
5.        Memiliki organisasi profesi yang menghimpun, membina, dan mengembangkan kemampuan profesional, melindungi kepentingan profesional serta memajukan kesejahteraan anggotanya dengan senantiasa mengindahkan kode etikanya dan ketentuan organisasinya.
6.        Memiliki jurnal dan sarana publikasi profesional lainnya yang menyajikan berbagai karya penelitian dan kegiatan ilmiah
7.        Memperoleh pengakuan dan penghargaan yang selayaknya baik secara sosial (dari masyarakat) dan secara legal (dari pemerintah yang bersangkutan atas keberadaan dan kemanfaatan profesi termaksud).

DAFTAR PUSTAKA:
Isnanto, R. Rizal.  2009. Buku Ajar Etika Profesi. Semarang: Universitas Diponegoro. Diunduh pada http://eprints.undip.ac.id/4907/1/Etika_Profesi.pdf (Tanggal 21 September 2017, Pukul 17.42 WIB).
Lieberman, Myron. 1956. Education as A Profession. Michigan University: Prentice-Hall.
Tafsir, Ahmad. 1992. Ilmu Pendidikan dalam Prespektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Soal + Jawaban:
1.  Otonomi yang dinikmati dan dimiliki oleh organisasi profesi dengan para anggotanya seyogianya disertai kesadaran dan i’tikad yang tulus baik pada organisasi maupun pada individual anggotanya untuk memonitor prilakunya sendiri. Pengertian tersebut merupakan syarat profesi sebagai?
a.    A code of ethics which has been clarified and interpreted at ambiguous and doubtful points by concrete cases
b.      A comprehensive self-gouverning organization of practitioners
c.     An acceptance by the practitioners of broad personal responsibility for judgments made and acts performed within the scope of professional autonomy.
d.      An emphasis upon intellectual technique in performing its service

2.  Mengingat pelayanan itu sangat teknis sifatnya, maka masyarakat menyadari bahwa pelayanan semacam itu hanya mungkin dilakukan penanganannya oleh mereka yang kompeten saja. Pengertian tersebut merupakan syarat profesi sebagai?
a.   A code of ethics which has been clarified and interpreted at ambiguous and doubtful points by concrete cases
b.      A comprehensive self-gouverning organization of practitioners
c.    An acceptance by the practitioners of broad personal responsibility for judgments made and acts performed within the scope of professional autonomy.
d.     An emphasis upon intellectual technique in performing its service

3.      Konsekuensi dari otonomi yang dilimpahkan kepada seorang tenaga praktisi profesional itu, maka berarti pula ia memikul tanggung jawab pribadinya harus secara penuh. Pengertian tersebut merupakan syarat profesi sebagai?
a.   A code of ethics which has been clarified and interpreted at ambiguous and doubtful points by concrete cases
b.      A comprehensive self-gouverning organization of practitioners
c.     An acceptance by the practitioners of broad personal responsibility for judgments made and acts performed within the scope of professional autonomy.
d.      An emphasis upon intellectual technique in performing its service

4.  Pelayanan itu amat menuntut kemampuan kinerja intelektual, yang berlainan dengan keterampilan atau pekerjaan manual semata-mata. Pengertian tersebut merupakan syarat profesi sebagai?
a.   A code of ethics which has been clarified and interpreted at ambiguous and doubtful points by concrete cases
b.      A comprehensive self-gouverning organization of practitioners
c.       An acceptance by the practitioners of broad personal responsibility for judgments made and acts performed within the scope of professional autonomy.
d.      An emphasis upon intellectual technique in performing its service

5.      Sesuatu pekerjaan itu dapat dipandang sebagai suatu profesi apabila minimal telah memadai hal-hal sebagai berikut, kecuali!
a.   Memiliki cakupan ranah kawasan pekerjaan atau pelayanan khas, definitif dan sangat penting dan dibutuhkan masyarakat.
b.  Para pengemban tugas pekerjaan atau pelayanan tersebut telah memiliki wawasan, pemahaman dan penguasaan pengetahuan serta perangkat teoritis yang relevan secara luas dan mendalam
c.     Memiliki sistem pendidikan yang mantap dan mapan berdasarkan ketentuan persyaratan standarnya

d.     Sebagai sarana untuk menyalurkan hobi dan kegiatan waktu luang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar